Ketua DPRD Bone Diperiksa soal Dugaan Aniaya Staf, Dicecar 20 Pertanyaan
Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong diperiksa polisi selama 2 jam dan dicecar 20 pertanyaan terkait dugaan penganiayaan staf PPPK Paruh Waktu Yuli Nofita Sari dengan materi pemeriksaan soal dugaan pelemparan terhadap korban. Kasus ini berawal dari laporan penganiayaan di kantin DPRD Bone pada 22 Juli, di mana Andi Tenri diduga melumuri kue dan menyiramkan air ke wajah stafnya di depan umum. Setelah pemeriksaan, Andi Tenri langsung berangkat ke Makassar, sementara 11 saksi yang diajukan pelapor belum bersedia hadir dan akan dijadwalkan ulang.
Poin-Poin Utama
- Andi Tenri Walinonong, Ketua DPRD Bone, Sulawesi Selatan, diperiksa polisi terkait dugaan penganiayaan staf.
- Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih 2 jam.
- Andi Tenri dicecar 20 pertanyaan oleh penyidik.
- Kasus dilaporkan oleh Yuli Nofita Sari, staf PPPK Paruh Waktu berusia 29 tahun.
- Dugaan penganiayaan terjadi di kantin DPRD Bone pada Rabu (22/7).
- Andi Tenri diduga melumuri kue dan menyiramkan air ke wajah stafnya di depan umum.
- Andi Tenri mendatangi Polres Bone pada Senin (7/9) untuk meminta penjadwalan ulang pemeriksaan.
- Pemandingan awal diagendakan pada Selasa (8/9) namun dimajukan satu hari.
- Alasan penjadwalan ulang karena Andi Tenri memiliki kegiatan di Makassar.
- Setelah pemeriksaan, Andi Tenri meninggalkan Polres Bone menuju Makassar.
- Pemeriksaan dilakukan pada Selasa (8/9).
- Materi pemeriksaan tidak dijelaskan rinci oleh penyidik.
- Kasat Reskrim Polres BoneAKP Ananda Gunawan menyebut pemeriksaan terkait dugaan pelemparan.
- Pelapor Yuli mengajukan 11 nama saksi ke Polres Bone.
- 11 saksi terdiri dari pejabat hingga staf yang menyaksikan kejadian di lokasi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.