Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Kanada resmi tetapkan tarif balasan terhadap produk AS

Selasa, 8 September 2026, 15:07 WIB Sumber: Antara News
Ukuran:

Kanada resmi menerapkan tarif balasan senilai 27,6 miliar dolar Kanada terhadap produk AS sebagai respons dolar per dolar atas tarif Pasal 338 UU Tarif 1930, dengan tingkat tarif 15-50 persen pada baja, susu, peralatan, kertas, dan elektronika. Eskalasi ini terjadi setelah gagalnya dialog bilateral akhir Agustus yang membuat Presiden Trump mengenakan tarif 50 persen terhadap baja, aluminium, kayu, dan komponen otomotif Kanada. Perselisihan dagang keduanya semakin meruncing di bawah pemerintahan Trump yang berulang kali menuduh Ottawa menipu AS karena adanya selisih perdagangan.

Poin-Poin Utama

  • Kanada resmi tetapkan tarif balasan terhadap produk AS senilai 27,6 miliar dolar Kanada (Rp352,2 triliun).
  • Tarif berlaku mulai Selasa pukul 00:01 waktu setempat atau 11:01 WIB.
  • Tarif balasan setara nilai dengan tarif pada Pasal 338 UU Tarif 1930 AS.
  • Ottawa kenakan tarif 15, 25, hingga 50 persen pada impor produk AS.
  • Produk yang dikenai tarif meliputi baja, susu, peralatan, peralatan pertanian, bubur kertas dan kertas, serta elektronika.
  • Kanada pastikan tarif hanya berlaku untuk produk AS, tidak untuk barang di titik transit saat hari penerapan.
  • Eskalasi terjadi setelah gagalnya dialog bilateral pada akhir Agustus 2025.
  • Trump sebelumnya kenakan tarif 50 persen pada produk impor dari Kanada.
  • Tarif AS targetkan produk baja, aluminium, kayu, dan komponen otomotif berdasarkan Pasal 338 UU Tarif 1930.
  • Pasal 338 memberi wewenang Presiden AS menetapkan balasan atas hambatan perdagangan.
  • Perselisihan dagang AS-Kanada memuncak di bawah pemerintahan Trump lewat serangkaian tarif impor.
  • Trump kritik selisih perdagangan AS-Kanada sebagai alasan utama penetapan tarif.
  • Trump tuduh Ottawa telah menipu AS.
Tagar Terkait
#amerika serikat#donald trump#kanada#perang dagang#tarif impor#ottawa
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.

Buka Sumber di Antara News

Warta Terkini Lainnya