Cerita Mariyati Nginap 3 Hari di Bandara Soetta Imbas Penutupan
Hatta akibat sebaran abu vulkanik membuat Mariyati (50), penumpang transit dari Lampung ke Kalimantan, terjebak hampir empat hari di Terminal 1B. Ia memilih tidur di bandara karena tidak familiar dengan area sekitar dan khawatir biaya membengkak, sambil menghadapi keterbatasan makanan karena harga di dalam Bandara Soetta yang mahal. Setelah bandara kembali beroperasi, Mariyati akhirnya mendapat kepastian penerbangan pukul 13.00 WIB.
Poin-Poin Utama
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik hingga wilayah Banten.
- Mariyati (50), warga Lampung, transit di Bandara Soetta menuju Kalimantan bersama anak dan cucunya.
- Mariyati tiba di Bandara Soetta pada hari Sabtu pukul 02.00 WIB.
- Ia terjebak di bandara hampir empat hari hingga Selasa (8/9/2026).
- Penerbangan Mariyati dibatalkan karena dampak sebaran abu vulkanik.
- Mariyati memilih tidur di ruang tunggu bandara daripada mencari penginapan.
- Alasan menginap di bandara: belum familiar area sekitar dan menghindari pengeluaran membengkak.
- Ia memeriksa jadwal keberangkatan setiap hari karena cemas penutupan berlangsung lama.
- Makanan di area bandara dinilai mahal; menu yang dibeli antara lain bakso, es, dan roti.
- Awalnya Mariyati sempat tidak makan sama sekali di bandara.
- Anak Mariyati dibantu aparat kepolisian untuk membeli makanan di luar area bandara.
- Kepastian penerbangan diperoleh setelah bandara kembali beroperasi pada Selasa (8/9/2026).
- Jadwal keberangkatan baru Mariyati ditetapkan pukul 13.00 WIB pada hari yang sama.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.