Di Malaysia, Kapolda Riau Bicara soal Karhutla dan Penanganan Gotong Royong
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memaparkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau kepada Polis Johor Bahru dan Melaka di Malaysia. Penanganan dilakukan secara gotong royong dengan mengerahkan sekitar 3.030 personel, dukungan peralatan, serta pendekatan hulu ke hilir mulai dari pencegahan, pemadaman, hingga penegakan hukum, dengan 45 perkara dan 49 tersangka sepanjang Januari-Agustus 2026. Melalui konsep Green Policing, Polda Riau juga menyelamatkan 3.423,54 hektare lahan dan melakukan rehabilitasi lewat 246.791 pohon sebagai bagian dari pendekatan pemolisian modern.
Poin-Poin Utama
- Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan met Polis Johor Bahru dan Melaka di Johor Bahru, Malaysia, Selasa (8/9/2026).
- Pertemuan bahas kondisi terkini dan penanganan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
- Penanganan karhutla Riau dilakukan secara gotong royong dengan berbagai unsur.
- Sekitar 3.030 personel dikerahkan dengan dukungan peralatan pemadaman, kendaraan operasional, alat berat, drone, dan perangkat keselamatan personel.
- Upaya preventif meliputi sosialisasi, pemasangan plang peringatan, patroli, pelibatan masyarakat, dan pemanfaatan teknologi deteksi titik api.
- Infrastruktur yang disiapkan: 19 sumur bor, 1.390 embung air, 1.988 sekat kanal, dan 313 menara pantau.
- Januari hingga Agustus 2026, luas lahan terbakar di Riau tercatat 17.525,80 hektare.
- Polda Riau dan jajaran menangani 45 perkara karhutla dengan 49 tersangka, mencakup 2.958,04 hektare lahan.
- Polda Riau menerapkan konsep Green Policing yang menggabungkan Problem Oriented Policing dan Community Policing dengan pendekatan preventif, represif, dan restoratif.
- Periode 2025-2026, Green Policing menyelamatkan 3.423,54 hektare lahan dari kejahatan lingkungan.
- Penegakan hukum diperkuat dengan restorasi 246.791 pohon yang diproyeksikan menyerap 5.429,4 ton karbon.
- Deteksi dini didukung aplikasi Smart App Green Policing.
- Polda Riau menjalankan proyek Waste to Energy di Pekanbaru sebagai langkah jangka panjang pelestarian lingkungan.
- Langkah antisipasi mencakup ancaman El Niño yang meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran.
- Pertemuan juga bahas arah angin dan sebaran asap karena kedekatan geografis Riau dengan Semenanjung Malaysia.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.