Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Positif

Ekonomi RI Belum Lari Kencang, Purbaya Pastikan Indonesia Bebas dari Kutukan Pertumbuhan 5%

Selasa, 8 September 2026, 19:10 WIB Sumber: Sindonews
Ukuran:

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai ekonomi Indonesia telah keluar dari tren stagnasi pertumbuhan 5%, dengan capaian 5,39% (Q4/2025), 5,61% (Q1/2026), dan 5,29% (Q2/2026) yang sedikit melambat akibat ketidakpastian global. Ia optimistis akselerasi akan terjadi di akhir 2026 menuju pertumbuhan 6%, didorong oleh menggeliatnya aktivitas sektor swasta dan optimalisasi belanja pemerintah. Meski masih terdapat kendala, Menkeu meyakini target pertumbuhan 6% dapat tercapai dalam waktu dekat.

Poin-Poin Utama

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ekonomi Indonesia telah keluar dari tren stagnasi pertumbuhan di kisaran 5%.
  • Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,39% pada kuartal IV/2025.
  • Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,61% pada kuartal I/2026.
  • Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,29% pada kuartal II/2026, sedikit melambat akibat ketidakpastian global.
  • Purbaya optimistis akselerasi pertumbuhan akan terjadi kembali pada akhir tahun 2026.
  • Purbaya memproyeksikan pertumbuhan kuartal IV/2026 dapat mendekati 6%.
  • Purbaya menilai prospek penguatan ekonomi makin nyata.
  • Aktivitas sektor swasta dinilai mulai bergerak lebih cepat dari sebelumnya.
  • Pemerintah melakukan optimalisasi belanja secara berkala.
  • Purbaya meyakini target pertumbuhan 6% dapat tercapai dalam waktu tidak terlalu lama.
  • Purbaya mengakui masih terdapat kendala yang menghambat pertumbuhan ekonomi optimal.
  • Pernyataan resmi disampaikan di Jakarta.
  • Artikel tidak menyebutkan tanggal pasti rilis data.
  • Sumber data pertumbuhan berasal dari pernyataan Menkeu.
  • Kebijakan fiskal pemerintah disebut mulai menunjukkan hasil positif.
Tagar Terkait
#purbaya yudhi sadewa#pertumbuhan ekonomi#menteri keuangan#kebijakan fiskal#perekonomian nasional#pdb indonesia
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya