Sempat Membaik, Puluhan Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit
Sebanyak 45 santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis pada 1 September 2026, kembali dirawat setelah gejala seperti mual, muntah, pusing, lemas, dan diare kambuh. Bupati Subandi menyebut tidak ada kasus baru, sementara kasus sebelumnya tercatat menimpa 748 orang di beberapa sekolah dan pesantren yang seluruhnya menerima makanan dari SPPG Kalitengah. Pemerintah daerah kemudian berkomitmen memperketat pemantauan, evaluasi, perizinan, dan kepatuhan SPPG terhadap SOP.
Poin-Poin Utama
- 45 Santri Pesantren Mambaul Hikam Sidoarjo kembali dibawa ke rumah sakit pada 8 September 2026 pukul 06.12 WIB.
- 33 Santri dirujuk ke RSUD Notopuro, 12 lainnya ke RSI Siti Hajar.
- 31 dari 33 pasien di RSUD Notopuro diperbolehkan pulang, 2 pasien masih rawat inap.
- Seluruh pasien di RSI Siti Hajar sudah diperbolehkan pulang.
- Santri mulai berdatangan ke rumah sakit pada Senin 7 September 2026 malam hingga Selasa pagi.
- Gejala yang dikeluhkan antara lain mual, muntah, pusing, lemas, dan diare.
- Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan tidak ada kejadian keracunan baru; pasien merupakan korban 1 September 2026.
- Dinas Kesehatan Sidoarjo mendata 748 orang mengalami gejala keracunan MBG pada 1 September 2026.
- Korban mayoritas berasal dari Pesantren Mambaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin.
- Korban juga melibatkan SDN 1 Kalitengah (21 siswa, 9 pendidik), SDN 2 Kalitengah (27 siswa, 3 pendidik), SMP Muhammadiyah 8 (36 siswa, 4 pendidik).
- SMA Tribhakti Kalitengah mencatat 9 siswa, KB PAUD Mustabsyiroh 2 siswa, KB PAUD Sakinah 2 siswa.
- Semua lembaga penerima MBG tersebut dilayani oleh SPPG Kalitengah.
- SPPG Kalitengah memasak 2.800 porsi per hari, 1.000 porsi di antaranya untuk pesantren.
- Kabupaten Sidoarjo memiliki total 174 SPPG.
- Rapat koordinasi Forkopimda, korwil SPPG, dan KPPG Surabaya digelar di Pendopo Delta Wibawa pada 8 September 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.