Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Tunjungan Blora, SPPG Disebut Sudah Tiga Kali 'Berkasus'
Sebanyak 136 siswa dan satu guru SMAN 1 Tunjungan Blora diduga mengalami keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan gejala diare dan pusing, serta empat siswa dirujuk ke rumah sakit. Wakil Bupati Blora menyebut SPPG Sukorejo 2 sebagai penyedia MBG sudah tiga kali bermasalah, termasuk temuan ulat pada makanan, sehingga Pemerintah Kabupaten Blora akan mengusulkan penutupan permanen SPPG tersebut ke pemerintah pusat.
Poin-Poin Utama
- 136 siswa dan satu guru SMAN 1 Tunjungan Blora alami dugaan keracunan MBG pada Selasa (8/9/2026).
- Wakil Bupati Blora Sri Setyorini akan rekomendasikan SPPG Sukorejo 2 ditutup permanen.
- SPPG Sukorejo 2 tercatat tiga kali 'berkasus' hingga rekomendasi tutup dikeluarkan.
- Dua peringatan sebelumnya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
- Sri Setyorini menjabat Ketua Satgas Percepatan MBG Blora.
- Menu MBG SPPG Sukorejo 2 ditemukan mengandung ulat pada hari kejadian.
- Korban mengalami gejala diare dan pusing.
- Empat siswa dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
- Kasus bermula dari laporan siswa tidak masuk sekolah karena diare pada Selasa (8/9/2026).
- Siswa terlihat bolak-balik ke toilet sebelum kasus dilaporkan.
- Sekolah melakukan koordinasi dan pendataan siswa bergejala setelah menerima laporan.
- Seluruh siswa bergejala dikumpulkan di aula sekolah.
- Pernyataan dikonfirmasi Kepala SMAN 1 Tunjungan Blora Yuni Ni'wati.
- Humas SMAN 1 Tunjungan Blora Totok menyatakan kronologi kejadian.
- Kewenangan penutupan permanen SPPG berada di tingkat pusat, menurut Sri.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.