Serangan Houthi Membakar Fasilitas Energi Arab Saudi, Harga Minyak Naik Lagi
Serangan Houthi membakar fasilitas energi Arab Saudi di beberapa kota selatan pada Selasa (8/9/2026), melukai lebih dari 70 orang dan menghentikan operasional kilang minyak Jazan berkapasitas 400.000 barel per hari. Harga minyak mentah Brent naik menjadi 98 dolar AS per barel dan mendekati level 100 dolar AS, didorong eskalasi konflik Timur Tengah, blokade Iran di Selat Hormuz, serta kebuntuan perundingan AS-Iran. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan akan mengambil langkah operasional untuk menangkal Houthi, sementara serangan ini berpotensi mengganggu jalur pelayaran Selat Bab al-Mandeb dan memperburuk krisis energi global.
Poin-Poin Utama
- Serangan Houthi pada Selasa (8/9/2026) membakar fasilitas energi Arab Saudi.
- Serangan melukai 73 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
- Kilang minyak Jazan berkapasitas 400.000 barel per hari termasuk yang terbakar.
- Fasilitas yang diserang berada di Abha, Jazan, Najran, dan Khamis Mushait.
- Juru bicara koalisi Turki al-Malki menyebut serangan sebagai pelanggaran kedaulatan serius.
- Arab Saudi memiliki populasi lebih dari 35 juta jiwa.
- Minyak mentah Brent naik ke 98 dolar AS per barel setelah pengumuman serangan.
- Harga minyak naik 1 dolar AS dari hari sebelumnya.
- Harga minyak terakhir menembus 100 dolar AS per barel pada Juli lalu.
- Sebelum serangan AS-Israel ke Iran, harga minyak sekitar 72 dolar AS per barel.
- Iran memblokade Selat Hormuz yang mengalirkan seperlima minyak mentah dunia.
- Selat Bab al-Mandeb terancam terganggu akibat konflik Saudi-Houthi.
- Houthi mengaku meluncurkan puluhan rudal balistik dan drone ke fasilitas Saudi.
- Serangan juga menyasar pangkalan udara di wilayah selatan Saudi.
- Houthi menyatakan serangan sebagai respons atas serangan Saudi di Yaman.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.