Klaim Kekeringan di Jakarta Teratasi, Pramono: Air Masih Cukup
Gubernur DKI Pramono Anung klaim kekeringan di Jakarta masih teratasi karena ketersediaan air cukup, meski dua kelurahan (Kalibaru dan Semper) terdampak dan 29 tangki air disiapkan. BPBD DKI siaga hadapi potensi kekeringan serta kebakaran selama musim kemarau yang disertai El Nino hingga akhir September 2026, dengan 457 kasus kebakaran tercatat pada Juli-Agustus, didominasi korsleting listrik.
Poin-Poin Utama
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung klaim masalah kekeringan di Jakarta masih teratasi.
- Ketersediaan air di Jakarta disebut masih mencukupi.
- BPBD Provinsi DKI Jakarta tangani kondisi kekeringan yang disebut tidak terlalu signifikan.
- Pramono sampaikan pernyataan di Taman Ismail Marzuki pada Selasa (8/9/2026).
- Pramono instruksikan BPBD siaga hadapi potensi bencana musim kemarau saat Apel Siaga di kawasan Monas pada Rabu (2/9/2026).
- Fenomena El Nino yang terjadi bersamaan musim kemarau diperkirakan berakhir akhir September 2026.
- BPBD laporkan dua kelurahan alami kekeringan, yaitu Kalibaru dan Semper.
- Sebanyak 29 tangki disiapkan oleh sepuluh instansi lembaga untuk tangani kekurangan air.
- BPBD DKI Jakarta koordinasi dengan PAM Jaya untuk atasi kekeringan.
- PAM Jaya siapkan jalur komunikasi melalui nomor 112 untuk laporan kekeringan.
- Pemprov DKI Jakarta siaga hadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
- BPBD catat 457 kejadian kebakaran di Jakarta pada periode Juli-Agustus.
- Sebanyak 240 kebakaran terjadi sepanjang Agustus 2026.
- Korsleting listrik jadi dugaan penyebab kebakaran paling dominan.
- Pembakaran sampah dan puntung rokok sembarangan juga jadi penyebab kebakaran.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.