Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Penerbangan Netral

Kembalinya Denyut Bandara Halim Perdanakusuma

Selasa, 8 September 2026, 21:34 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

Bandara Halim Perdanakusuma resmi kembali melayani penerbangan pada Selasa (8/9/2026) pukul 00.00 WIB setelah sebelumnya ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, bersamaan dengan pembukaan Bandara Soekarno-Hatta dan Husein Sastranegara. Hingga pukul 13.45, bandara telah melayani 14 keberangkatan dengan 804 penumpang berangkat dan 222 penumpang tiba, sementara sebagian penumpang terdampak sebelumnya memilih refund (35%) atau reschedule (45%). Pembukaan bandara disertai catatan dari Menteri Perhubungan berupa kewajiban inspeksi armada dan kepatuhan pilot terhadap restricted polygon, dengan BMKG terus memantau pergerakan abu vulkanik karena aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

Poin-Poin Utama

  • Bandara Halim Perdanakusuma resmi melayani penerbangan sejak Selasa (8/9/2026) pukul 00.00 WIB.
  • Pembukaan dilakukan setelah AirNav Indonesia menerbitkan Notam terkait perubahan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Husein Sastranegara juga kembali dibuka bersamaan.
  • Ratusan jadwal penerbangan terganggu sejak Minggu (6/9/2026) akibat sebaran abu vulkanik.
  • Hingga pukul 13.45 WIB pada 8/9/2026, Bandara Halim Perdanakusuma melayani 14 keberangkatan.
  • Maskapai yang beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma meliputi Citilink, Batik Air, FlyJaya, Travira, dan Rimbun Air.
  • Jumlah penumpang berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma tercatat 804 orang.
  • Jumlah penumpang tiba di Bandara Halim Perdanakusuma tercatat 222 orang.
  • Sekitar 35 persen penumpang Citilink memilih refund tiket imbas penutupan bandara.
  • Hampir 45 persen penumpang Citilink memilih reschedule tiket.
  • Kebijakan reschedule Citilink memberikan kelonggaran jadwal tidak lebih dari 60 hari ke depan.
  • Otoritas bandara dan maskapai diwajibkan menginspeksi seluruh armada pesawat sebelum beroperasi kembali.
  • Pilot dan kru operasional wajib mengetahui restricted polygon wilayah udara terdampak abu vulkanik.
  • BMKG menyatakan verifikasi lapangan pada 8/9/2026 menunjukkan ruang udara dan landasan bandara aman dari abu vulkanik.
  • Paper test menunjukkan hasil negatif di bandara-bandara yang kembali beroperasi.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#erupsi#bmkg#penerbangan#menhub#airnav indonesia#soekarno-hatta#bandara halim perdanakusuma#husein sastranegara
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya