Gunung Anak Krakatau Semburkan Lava Pijar, Abu Vulkanik Guyur Lampung Banten, Jarak Aman 3 Km
Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik signifikan pada 5 September 2026, ditandai semburan lava pijar dan hujan abu vulkanik yang mencapai wilayah Lampung, Banten, hingga Jawa Barat. PVMBG mengonfirmasi erupsi masih berlangsung dengan ancaman utama berupa aliran lava dan lontaran batu pijar dari area puncak kawah. Otoritas menetapkan radius aman sejauh 3 km dari kawah dan meminta masyarakat mematuhi batas tersebut.
Poin-Poin Utama
- Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkat signifikan pada 5 September 2026.
- Semburan lava pijar terpantau secara visual melalui CCTV.
- Abu vulkanik menjangkau Provinsi Lampung, Banten, dan Jawa Barat.
- Gunung Anak Krakatau terletak di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatra.
- Secara administratif, gunung tersebut masuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
- Warga Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pringsewu melaporkan abu tipis sejak Sabtu malam.
- Warga di sekitar Selat Sunda, khususnya Banten, merasakan dampak abu vulkanik.
- Warga Sukabumi, Jawa Barat, juga mengaku terkena dampak abu vulkanik.
- PVMBG mengonfirmasi erupsi masih berlangsung hingga saat ini.
- Semburan erupsi terlihat jelas secara terus-menerus melalui CCTV.
- Ancaman utama berada di area sekitar puncak kawah.
- Potensi bahaya berasal dari aliran lava yang disertai lontaran batu pijar.
- Semburan lava pijar menyerupai lava fountain berdasarkan rekaman CCTV.
- Gemuruh erupsi terdengar hingga pos pengamatan.
- Radius aman yang ditetapkan adalah 3 km dari puncak kawah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Tribun News.