Mitigasi Kasus Keracunan, Sultan HB X Sorot Pengolahan Pangan dan Kesiapan Fasilitas Dapur
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menanggapi kasus keracunan program Makan Bergizi (MBG) dengan menekankan bahwa dapur tidak harus ditutup total selama pengelola mampu melakukan pembenahan tata kelola. Sultan menyoroti tiga penyebab utama keracunan, yaitu keteledoran memeriksa kesegaran bahan baku (terutama daging dan ikan), kurangnya kapasitas freezer yang memadai, serta memasak sayur terlalu pagi yang rentan basi. Yayasan Biijana Paksi Sitengsu mendukung pernyataan Sultan namun mendesak evaluasi menyeluruh dari hulu ke hilir, termasuk transparansi rantai pasok, standarisasi bahan baku, pengawasan dapur SPPG, dan pertanggungjawaban moril terbuka dari Kepala BGN kepada masyarakat Yogyakarta.
Poin-Poin Utama
- Sultan HB X tanggapi insiden keracunan program Makan Bergizi (MBG) di DIY.
- Sultan tolak desakan penghentian total operasional dapur jika pengelola mampu benahi tata kelola.
- Sultan sebut keracunan tidak disengaja melainkan akibat keteledoran teknis.
- Bahan pangan berisiko: daging dan ikan, terutama warna daging yang berubah biru.
- Sultan tekankan freezer memadai di tiap dapur Satuan Pelayanan.
- Kapasitas freezer sering tidak cukup untuk stok harian hingga puluhan kilogram.
- Sultan minta sayur matang tidak dimasak terlalu pagi agar tidak basi saat dikonsumsi siang.
- Yayasan Biijana Paksi Sitengsu desak evaluasi menyeluruh dan mitigasi risiko keracunan pangan.
- Yayasan minta tata kelola rantai pasok transparan dan sistem pengawasan antisipasi dini.
- RM Teddy Anggoro desak pertanggungjawaban moril terbuka kepada orang tua siswa dan masyarakat Yogyakarta.
- Teddy minta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) turun langsung ke Yogyakarta dan minta maaf terbuka.
- Teddy kritik sanksi administrasi dan tindakan birokratis sebagai bentuk pertanggungjawaban.
- Teddy minta standardisasi ketat pemilihan bahan baku pangan lokal dan rantai pasok.
- Teddy minta higienitas petani dan vendor penyedia bahan pokok terjamin.
- Teddy wajibkan pengawasan ketat di dapur SPPG dari memasak, pengemasan, hingga distribusi sesuai HSP.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.