Infiltrasi Drone ke Wilayah NATO: Garis Depan Baru Perang Hibrida di Eropa
Wilayah udara NATO di Eropa menghadapi peningkatan infiltrasi drone yang dilakukan Rusia, dengan 16 negara anggota melaporkan pelanggaran dalam dua tahun terakhir, termasuk drone peledak di bandara Leipzig dan drone angkatan laut di dekat platform gas Rumania. Kremlin membantah keterlibatan, sementara Menteri Dalam Negeri Jerman menyebut fenomena ini sebagai peperangan hibrida harian terhadap Eropa. Untuk menghadapinya, NATO mempercepat proyek Drone Wall sebagai jaringan pertahanan berlapis dengan target operasional penuh pada akhir 2027, sembari tetap mengandalkan jet tempur seperti F-16, F-35, dan Eurofighter Typhoon yang kini dilengkapi pod roket ekonomis seperti APKWS II untuk mencegat drone murah.
Poin-Poin Utama
- 16 negara anggota NATO melaporkan pelanggaran wilayah udara oleh drone atau menemukan sisa-sisa pesawat tak berawak selama dua tahun terakhir.
- Jerman menemukan drone peledak di bandara Leipzig pada Agustus lalu, jalur pasokan penting bagi Ukraina.
- Rumania mengerahkan jet tempur untuk menghancurkan drone angkatan laut di dekat platform gasnya di Laut Hitam pada Agustus.
- Militer Polandia mengidentifikasi drone Gerbera dalam kawanan drone Rusia pada September 2025.
- Drone Geran-2 dilaporkan menghantam bangunan tinggi di Galați, Rumania.
- Data ACLED menunjukkan lonjakan infiltrasi drone di Eropa setahun terakhir seiring kebuntuan Rusia di Ukraina.
- Beberapa drone mampu lepas landas vertikal dari kapal dengan dek minimal, berpotensi diluncurkan dari armada bayangan Rusia.
- NATO sedang merancang proyek Drone Shield atau Drone Wall sebagai jaringan pertahanan berlapis.
- Infrastruktur radar dasar diharapkan mulai digelar di perbatasan timur Uni Eropa pada akhir tahun ini.
- Target operasional penuh sistem radar tersebut tercapai pada akhir 2027.
- Jet tempur F-16, F-35, dan Eurofighter Typhoon menjadi garda terdepan intersepsi drone hingga sistem siap.
- Belgia melengkapi jet F-16 dengan pod roket Thales APKWS II berkecepatan sekitar 2.200 mph.
- Pod APKWS II dianggap lebih ekonomis dibanding rudal udara-ke-udara untuk melumpuhkan drone murah.
- Kremlin membantah keterlibatan dalam rentetan serangan drone di zona abu-abu Eropa.
- Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyebut negara-negara Eropa menjadi target harian peperangan hibrida.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.