Polda Banten Kerahkan Tim untuk Ikut Mencari Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Polda Banten mengerahkan tim gabungan bersama Basarnas, TNI, dan Ditpolairud untuk mencari speedboat pembawa tujuh jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian sempat dihentikan pada Selasa malam karena cuaca buruk dengan gelombang tinggi, angin kencang, dan jarak pandang terbatas, dan akan dilanjutkan Rabu pagi menggunakan kapal Basarnas berukuran 40 meter. Speedboat tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) dan terakhir berkomunikasi pada pukul 14.42 WIB sebelum dinyatakan hilang kontak di perairan Pandeglang.
Poin-Poin Utama
- Polda Banten mengerahkan tim gabungan untuk mencari speedboat berisi jurnalis hilang di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
- Rombongan jurnalis tersebut tengah melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Operasi pencarian melibatkan Ditpolairud Polda Banten, Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, TNI, dan tim terpadu penanggulangan bencana.
- Pencarian sempat dihentikan sementara pada Selasa (8/9) malam karena cuaca buruk.
- Hambatan pencarian meliputi gelombang tinggi, angin kencang, dan jarak pandang terbatas.
- Pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (9/9) pagi dengan kapal Basarnas sepanjang 40 meter.
- Jarak pandang di lokasi hanya satu mil dengan radius pencarian delapan mil dari Pantai Carita.
- Speedboat bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB.
- Komunikasi terakhir tercatat pukul 14.42 WIB melalui share location ke rekan jurnalis di Lampung.
- Kapal dinyatakan hilang kontak pukul 15.04 WIB di koordinat 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.
- Penyisiran di sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang hingga Selasa petang belum menemukan hasil.
- Tercatat sedikitnya tujuh orang berada di dalam speedboat dan masih dalam pencarian.
- Korban teridentifikasi: M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (Freelance).
- Dua korban lainnya masih dalam proses pendataan identitas.
- Polisi meminta masyarakat melaporkan informasi terkait keberadaan rombongan untuk mempercepat evakuasi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.