Tak Mampu Ditaklukkan AS dan Israel, Mungkinkah Pemberontakan Domestik Mampu Gulingkan Mojtaba?
Otoritas Iran mengumumkan penangkapan puluhan 'sel monarkis' di berbagai provinsi, berupaya membingkai perang dengan AS dan Israel sebagai борьба demi keamanan nasional sambil mengendalikan opini publik. Gerakan pro-monarki yang dimotori Reza Pahlavi dari luar negeri memang digaungkan dalam protes Januari yang menewaskan ribuan orang, namun belum terorganisir menjadi kelompok bersenjata berskala besar di dalam negeri. Kesimpulan artikel menyiratkan bahwa potensi pemberontakan domestik untuk menggulingkan pemimpin baru seperti Mojtaba masih jauh lebih lemah dibanding tekanan eksternal dari AS dan Israel.
Poin-Poin Utama
- Iran berulang kali mengumumkan penangkapan dan bentrokan dengan sel-sel bersenjata kecil di dalam negeri.
- Media pemerintah Iran pada hari Minggu melaporkan penangkapan delapan orang anggota jaringan di provinsi Fars.
- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menuduh mereka menggunakan bom molotov dan membakar ban saat protes Januari.
- Reza Pahlavi, putra Shah terakhir Mohammad Reza Pahlavi, menjadi tokoh penentang utama pemerintah Iran.
- Reza Pahlavi menyerukan aksi mogok dan protes nasional pada bulan Januari.
- Ribuan orang diperkirakan tewas dalam kerusuhan protes tersebut.
- Tidak ada kelompok bersenjata pro-monarki terorganisir berskala besar yang beroperasi di dalam Iran.
- Demonstrasi beberapa tahun terakhir sebagian besar dipicu keluhan ekonomi, bukan dukungan terhadap monarki.
- Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka membahas tujuan menggulingkan Iran.
- Perang dimulai pada akhir Februari.
- Seruan agar monarki menggantikan Republik Islam banyak muncul dalam unjuk rasa di luar Iran.
- Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan 111 kelompok yang disebut 'sel monarkis'.
- Penangkapan 'sel monarkis' dilakukan di 26 provinsi.
- Pengumuman penangkapan 'sel monarkis' dilakukan pada tanggal 18 Maret.
- Gerakan pro-monarki belum terorganisir di dalam negeri.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.