Minyak Dekati 109 Dolar AS, Krisis Solar Mulai Ancam Inflasi Dunia
Harga minyak Brent mendekati 109 dolar AS per barel dan solar AS tembus rekor di atas 6 dolar AS per galon akibat perang Iran, serangan Ukraina ke kilang Rusia, dan pembatasan ekspor solar Rusia yang terjadi bersamaan. Selat Hormuz dilalui hanya tujuh kapal, turun drastis dari rata-rata 14 kapal, menyebabkan ekspor negara-negara Teluk turun menjadi sekitar 15-16 juta barel per hari atau dua pertiga tingkat sebelum perang. Persediaan global solar, bensin, dan bahan bakar jet kini berada pada tingkat kritis yang rendah, meningkatkan risiko kelangkaan jika gangguan pasokan berlanjut.
Poin-Poin Utama
- Harga minyak Brent mendekati 109 dolar AS per barel pada 11 September 2026.
- Minyak solar Amerika Serikat menembus rekor di atas 6 dolar AS per galon.
- Harga Brent naik menjadi 108,68 dolar AS per barel pada perdagangan Jumat.
- Minyak West Texas Intermediate (WTI) mencapai 103,45 dolar AS per barel.
- Harga Brent dan WTI di jalur membukukan kenaikan mingguan sekitar 13 persen.
- Minyak berpotensi menutup satu pekan di atas 100 dolar AS untuk pertama kalinya sejak pertengahan Mei.
- Serangan terhadap kapal dan fasilitas energi di kawasan Teluk memperbesar kekhawatiran pasokan.
- Persediaan global solar, bensin, dan bahan bakar jet telah terkuras pada tingkat kritis.
- Level persediaan bahan bakar olahan turun ke tingkat yang terakhir terlihat saat Rusia invade Ukraina.
- Hanya tujuh kapal melintasi Selat Hormuz pada hari Rabu, turun dari 12 kapal sehari sebelumnya.
- Rata-rata 14 kapal melintasi Hormuz dalam 10 hari sebelum konflik.
- Tidak satu pun kapal tanker gas alam cair atau LNG tercatat melintas melalui Hormuz.
- Sekitar sepertiga ekspor minyak negara-negara Teluk hilang dibandingkan sebelum perang.
- Ekspor negara-negara Teluk kini berkisar 15 juta hingga 16 juta barel per hari.
- Volume ekspor saat ini sekitar dua pertiga tingkat sebelum perang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.