Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Humaniora Netral

Sejarah Indonesia Baru dan Pengajaran Sejarah di Sekolah

Rabu, 9 September 2026, 05:19 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 1 kali
Ukuran:

Kementerian Kebudayaan merilis buku 'Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global' pada 31 Agustus 2026 sebagai buku babon ketiga, melanjutkan tradisi penulisan sejarah nasional sejak SNI 1975 dan IDAS 2012 yang bertujuan membentuk identitas bangsa. Meskipun IDAS memperkaya historiografi dengan data baru, pengaruh SNI 1975 masih sangat kuat sehingga semangat korektif Reformasi tidak sepenuhnya terlihat. Persoalan lebih serius muncul di bidang pendidikan, ditandai dengan penghapusan Direktorat Sejarah di Kemendikbud dan wacana penghapusan mata pelajaran sejarah di sekolah.

Poin-Poin Utama

  • Pada 31 Agustus 2026, Kementerian Kebudayaan merilis buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global sebagai 'buku babon' ketiga sejarah Indonesia.
  • Buku 'buku babon' pertama, Sejarah Nasional Indonesia (SNI), pertama kali diterbitkan pada 1975.
  • Proyek penulisan Indonesia dalam Arus Sejarah (IDAS) dimulai pada 2002.
  • IDAS diterbitkan secara resmi pada 2012 dalam sembilan jilid.
  • IDAS memuat hasil penelitian dan gagasan baru yang berkembang selama sekitar 30 tahun setelah penerbitan SNI.
  • Editor utama IDAS adalah Taufik Abdullah.
  • Sartono Kartodirdjo menulis pengantar untuk SNI.
  • Sebagian penulis IDAS merupakan tokoh yang sebelumnya terlibat dalam penulisan SNI.
  • Pengaruh SNI 1975 terhadap IDAS masih sangat kuat dalam hal periodisasi dan konstruksi sejarah.
  • Pasca-penerbitan IDAS, perhatian terhadap sejarah sebagai sarana pewarisan memori kolektif mengalami kemunduran.
  • Salah satu indikator kemunduran tersebut ialah penghapusan Direktorat Sejarah di lingkungan Kemendikbud.
  • Muncul wacana penghapusan mata pelajaran sejarah di sekolah pasca-penerbitan IDAS.
  • IDAS tidak dimaksudkan sebagai revisi terhadap SNI 1975.
  • IDAS memperkaya historiografi Indonesia dengan banyak data dan temuan baru.
  • Buku 'buku babon' baru ini ditujukan untuk membentuk dan mempertahankan identitas bersama sebagai 'bangsa Indonesia'.
Tagar Terkait
#pendidikan#sekolah#kurikulum#kementerian kebudayaan#nasionalisme#sejarah indonesia
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya