Gen Z Tertarik pada Mao Zedong, Kenapa?
Mao Zedong kembali populer di kalangan Gen Z China melalui platform video seperti Bilibili, yang mayoritas penggunanya berusia 18-24 tahun. Minat ini berbeda dengan narasi era Deng Xiaoping yang menilai Mao dengan formula 70% pencapaian dan 30% kesalahan, karena anak muda kini memuliakannya kembali dengan sebutan "Guru". Popularitas ini juga tercermin dari buku Selected Works of Mao Zedong yang menjadi yang paling sering dipinjam di Perpustakaan Universitas Tsinghua sejak 2019.
Poin-Poin Utama
- Anak muda China menyebut mendiang pemimpin Mao Zedong dengan sebutan 'Guru'
- Pencahan 'Mao Zedong' dan 'Guru' di Bilibili menampilkan kompilasi video dengan jutaan penayangan
- Hampir 60% pengguna Bilibili berusia 18-24 tahun
- Mao memimpin Republik Rakyat China dari 1949 hingga kematiannya pada 1976
- Kebijakan 'Lompatan Jauh ke Depan' dan 'Revolusi Kebudayaan' menyebabkan jutaan kematian
- Selected Works of Mao Zedong menjadi buku paling sering dipinjam di Perpustakaan Universitas Tsinghua setiap tahun sejak 2019 hingga 2025
- Resolusi CCP 1981 di bawah Deng Xiaoping menilai Mao dengan rumus '70% pencapaian, 30% kesalahan'
- Pada era Deng dan Jiang Zemin, potret Mao menghilang dari stasiun kereta, alun-alun publik, dan ruang kelas
- Mao bertemu jurnalis AS Edgar Snow pada 1970 dan menolak gelar 'Emperat Yang Agung'
- Mao memilih gelar 'Guru' karena menganggap dirinya selalu menjadi guru
- Dong, pelajar Nanjing, tersentuh oleh video patriotik di patung Mao muda di Pulau Juzizhou, Changsha
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.