Iran dan AS Saling Lempar Ancaman
Perang antara AS dan Iran yang dimulai sejak 28 Februari 2026 dengan serangan AS dan Israel—yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei—kembali memanas setelah keduanya saling tuduh melanggar kesepakatan damai yang dimediasi Pakistan. Ketegangan terbaru terjadi saat CENTCOM menghancurkan tiga kapal tanker minyak Iran milik Korps Garda Revolusi di lepas pantai Kharg, Jask, dan Teluk Oman sebagai balasan atas serangan Iran yang gagal terhadap kapal perang AS. Iran merespons dengan menyerang kapal induk, kapal perusak, dan drone laut AS di Selat Hormuz, sementara Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengancam akan melakukan serangan balasan yang lebih besar dan menyatakan era pembalasan proporsional telah berakhir.
Poin-Poin Utama
- AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.
- Serangan awal menyebabkan Ayatollah Ali Khamenei tewas.
- Iran membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di negara tetangga.
- Iran menutup Selat Hormuz, picu kenaikan harga minyak dunia.
- Pakistan memediasi kesepakatan damai antara AS dan Iran.
- Perang pecah lagi setelah saling tuduh pelanggaran.
- Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan damai berakhir.
- Perang menyebabkan ribuan orang tewas di Iran.
- Perang menyebabkan 18 tentara AS tewas.
- AS menghancurkan tiga kapal tanker minyak Iran pada 5 September.
- Tiga kapal tanker Iran bernama M/T Downy, M/T Stark 1, dan M/T Kylo.
- Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper ancam Iran tanggung biaya lebih besar.
- Garda Revolusi Iran klaim serang kapal induk dan kapal perusak AS dengan rudal balistik.
- Iran klaim serang drone laut AS yang coba masuk Selat Hormuz.
- Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf ancam serangan balasan lebih dahsyat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.