Detik-detik 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Gunung Anak Krakatau
Lima jurnalis foto hilang kontak di Perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9) sore setelah speedboat bertolak dari Dermaga Pagedonan, Carita, untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Tim SAR gabungan bersama Polairud, Basarnas, TNI, dan tim penanggulangan bencana telah melakukan pencarian namun hingga Selasa (8/9) sore belum menemukan hasilnya, dan operasi dihentikan sementara karena cuaca buruk, gelombang tinggi, serta jarak pandang terbatas. Pencarian diagendakan berlanjut pada Rabu (9/9) pagi dengan memperluas area dan mengerahkan KN SAR Tatuka serta kapal Basarnas berukuran 40 meter.
Poin-Poin Utama
- Lima jurnalis foto hilang kontak sejak Senin (7/9) sore saat meliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
- Speedboat bertolak dari Dermaga Pagedonan, Carita, pukul 14.00 WIB pada Senin (7/9).
- Komunikasi terakhir tercatat pukul 14.42 WIB saat korban mengirim lokasi ke rekan di Lampung.
- Rombongan hilang kontak pukul 15.04 WIB di koordinat 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.
- Pencarian hingga pukul 18.15 WIB pada Selasa (8/9) belum membuahkan hasil.
- Basarnas mencatat sedikitnya tujuh orang dalam pencarian.
- Lima jurnalis teridentifikasi: M Bagus Khoirunnas (LKBN ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (freelance).
- Dua orang lainnya masih dalam proses pendataan identitas.
- Pencarian diagendakan berlanjut pada Rabu (9/9) pagi.
- Operasi pencarian Selasa dihentikan sementara akibat cuaca buruk, gelombang tinggi, dan angin kencang.
- Jarak pandang saat pencarian hanya sekitar satu mil.
- Tim sempat menyisir area sekitar delapan mil dari Pantai Carita sebelum kembali bersandar.
- Pencarian melibatkan KN SAR Tatuka, RIB Banten, Ditpolairud Banten, Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, dan TNI.
- Kapal Basarnas berukuran sekitar 40 meter akan dikerahkan untuk pencarian lanjutan.
- Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu hambatan pencarian.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.