Kebakaran Hutan Belum Mereda, 6 Provinsi Jadi Prioritas
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera masih dinamis, sehingga enam provinsi menjadi prioritas penanganan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Pemerintah mengintegrasikan operasi darat dan udara, pemadaman titik api, waterbombing, operasi modifikasi cuaca, serta dukungan BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat, mengurangi dampak asap, mencegah perluasan kebakaran, dan memberikan bantuan selama 24 jam.
Poin-Poin Utama
- Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera masih dalam kondisi dinamis per 7 September 2026.
- Enam provinsi menjadi prioritas penanganan karhutla.
- Enam provinsi prioritas tersebut adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
- Penanganan dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara.
- Langkah penanganan mencakup pemantauan dan pemadaman titik api serta waterbombing dari udara.
- Operasi modifikasi cuaca juga dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan.
- Kementerian Pertahanan dan TNI menjadi bagian dari upaya terpadu pemerintah.
- BNPB bertindak sebagai koordinator penanganan bencana.
- Kementerian Pertahanan memastikan pengerahan seluruh kemampuan dan sumber daya untuk penanganan bencana.
- Dukungan mencakup penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan karhutla.
- Bantuan yang diberikan mencakup evakuasi, pencarian dan pertolongan, distribusi bantuan, dukungan kesehatan, dan logistik.
- Sinergi dilakukan bersama BNPB, pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait, Polri, dan seluruh unsur penanggulangan bencana.
- Informasi terkini disampaikan dari satu pintu untuk menghindari misinformasi.
- Operasi penyelamatan, pemadaman, dan distribusi bantuan berjalan tanpa henti selama 24 jam terakhir.
- Konferensi pers disampaikan secara daring pada Selasa 8 September 2026 oleh Tri Budi bersama BNPB dan TNI.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.