Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Bioetanol E20 Ditargetkan Berlaku 2028

Rabu, 9 September 2026, 07:56 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Kementerian ESDM menargetkan mandatori campuran bioetanol 20 persen (E20) berlaku pada 2028, diterapkan bertahap mulai E5 (2026), E10 (2027), hingga E20 (2028) untuk BBM nonsubsidi guna mengurangi impor bensin dan mendukung transisi energi. Kebutuhan bioetanol diproyeksikan naik dari 333 ribu kiloliter pada 2026 menjadi sekitar 1,39 juta kiloliter pada 2028, sehingga pemerintah mendorong penambahan pabrik dan penggunaan bahan baku lokal seperti tebu, jagung, dan singkong. Sementara itu, penjualan Pertamax Green 95 (E5) tercatat naik signifikan hingga 267 persen sejak awal 2025, dengan rata-rata penjualan harian mencapai 132 kiloliter, meskipun distribusi masih terpusat di Pulau Jawa.

Poin-Poin Utama

  • Kementerian ESDM menargetkan penerapan campuran bioetanol 20 persen (E20) berlaku pada 2028.
  • Penerapan mandatori dilakukan bertahap: 5 persen pada 2026, 10 persen pada 2027, dan 20 persen pada 2028.
  • Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI pada 9 September 2026.
  • Kebutuhan bioetanol untuk campuran 5 persen pada 2026 diperkirakan mencapai 333 ribu kiloliter.
  • Kebutuhan bioetanol diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 681 ribu kiloliter pada 2027.
  • Pada penerapan E20 tahun 2028, kebutuhan bioetanol murni diestimasikan mencapai sekitar 1,39 juta kiloliter.
  • Pemerintah menargetkan tambahan 15 pabrik bioetanol pada 2027 dengan kapasitas sekitar 373 ribu kiloliter.
  • Tambahan 20 pabrik direncanakan pada 2028 untuk penerapan mandatori secara nasional.
  • Bahan baku bioetanol berasal dari tebu, jagung, tongkol jagung, singkong, molase, sorgum, sagu, dan aren.
  • Mandatori bioetanol diterapkan untuk BBM bensin umum non-PSO tanpa subsidi atau insentif.
  • Pertamina Patra Niaga telah memasarkan Pertamax Green 95 dengan kandungan 5 persen bioetanol sejak 2023.
  • Pertamax Green 95 tersedia di 190 SPBU per rilis data tersebut.
  • Penjualan Pertamax Green meningkat 267 persen dari awal 2025 hingga Agustus 2026.
  • Rata-rata penjualan harian Pertamax Green naik 446 persen, mencapai 132 kiloliter per hari dari sebelumnya sekitar 17 kiloliter per hari pada Januari.
  • Saat ini lima pabrik menghasilkan sekitar 70.500 kiloliter bioetanol yang siap diserap Pertamina.
Tagar Terkait
#pertamina#bbm#transisi energi#esdm#ketahanan energi#bioetanol#e20#pertamax green#mandatori bioetanol#impor bensin
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya