Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Bisnis Negatif

Peta Minyak Dunia Dirombak Total! Jalur Utama Lumpuh, Negara Importir Menanggung Beban Mahal

Minggu, 6 September 2026, 07:30 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 1 kali
Ukuran:

Perang di Timur Tengah menyebabkan transformasi terbesar dalam sejarah perdagangan energi global, dengan Selat Hormuz lumpuh dari sebelumnya mengalirkan hampir 20 juta barel per hari menjadi hanya 6-8 juta barel per hari, diperparah oleh deklarasi force majeure Qatar pasca-kerusakan fasilitas Ras Laffan akibat serangan balasan Iran. Kondisi ini memaksa negara-negara eksportir dan importir minyak merombak rute pengiriman secara drastis dengan biaya lebih mahal, sementara Arab Saudi memanfaatkan Pipa Timur-Barat untuk mengalihkan minyak ke Pelabuhan Yanbu di Laut Merah melewati Selat Bab el-Mandeb. Namun, Stasiun Yanbu belum memiliki kapasitas dermaga memadai untuk menampung seluruh volume minyak yang biasa dikirim via Teluk Persia.

Poin-Poin Utama

  • Perang di Timur Tengah memicu transformasi terbesar dalam sejarah perdagangan energi global.
  • Selat Hormuz sebelumnya mengalirkan hampir 20 juta barel minyak per hari.
  • Selat Hormuz kini hanya mampu menyalurkan 6 hingga 8 juta barel per hari.
  • Fasilitas Ras Laffan Qatar rusak akibat serangan balasan Iran.
  • Qatar mendeklarasikan force majeure sebagai eksportir gas raksasa.
  • Produsen dan importir minyak merombak rute pengiriman secara drastis.
  • Rute alternatif memiliki risiko biaya yang jauh lebih mahal.
  • Negara-negara eksportir Teluk memanfaatkan rute alternatif darat.
  • Arab Saudi menggunakan Pipa Timur-Barat untuk mengalihkan minyak.
  • Minyak dialihkan langsung ke Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
  • Selat Bab el-Mandeb menjadi rute alternatif dari Selat Hormuz.
  • Stasiun Yanbu belum memiliki kapasitas dermaga yang memadai.
  • Seluruh volume minyak yang biasa dikirim via Teluk Persia tidak tertampung di Yanbu.
Tagar Terkait
#selat hormuz#harga minyak#minyak mentah#perang as vs iran#perdagangan energi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya