Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Internasional Negatif

Bandar Abbas Pun Kini Sunyi

Rabu, 9 September 2026, 11:41 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Bandar Abbas, kota pelabuhan Iran di Selat Hormuz, kini sunyi akibat perang dan blokade AS yang dimulai sejak serangan 28 Februari 2026. Aktivitas perdagangan, pelabuhan, dan pekerjaan warga lumpuh, dengan 80-90 persen pekerjaan hilang dan perdagangan Iran turun 25-35 persen. Kemarahan warga terhadap AS meningkat, sementara Iran memperingatkan balasan militer jika blokade diperketat.

Poin-Poin Utama

  • Bandar Abbas berjarak sekitar 45 km dari Pulau Larak di Selat Hormuz.
  • Serangan AS-Israel ke Iran dimulai pada 28 Februari 2026.
  • Gencatan senjata berlaku pada 8 April 2026, tapi serangan di sekitar Bandar Abbas berlanjut hingga pertengahan Juli.
  • Pelabuhan Shahid Rajaee menangani sekitar 100 juta ton kargo per tahun.
  • AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran sejak April 2026.
  • Kesepakatan kerangka perjanjian AS-Iran tercapai pada Juni 2026, tetapi gagal menyelesaikan perselisihan Selat Hormuz.
  • Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan pembalasan militer awal September 2026.
  • Sebelum perang, 50 truk membongkar muatan makanan dan daging setiap hari di dermaga.
  • Sekitar 500 orang sebelumnya mencari nafkah di sekitar dermaga tersebut.
  • 80-90 persen pekerjaan di perusahaan sekitar Bandar Abbas hilang.
  • Perusahaan bea cukai mengurus sekitar 100 dokumen sebelum perang, turun menjadi sekitar 10 sekarang.
  • Perusahaan mengimpor beras, teh, dan kopi dari India serta Pakistan.
  • Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan perdagangan Iran turun 25-35 persen.
  • UEA menangguhkan perdagangan dengan Iran pada Agustus 2026.
  • UEA menuduh dua rudal balistik Iran menargetkan pelayaran di perairannya; Iran membantah tuduhan tersebut.
Tagar Terkait
#iran#israel#selat hormuz#as#perang#blokade#ekonomi iran#bandar abbas
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya