Pemkot Bandung Lakukan Mitigasi Bencana Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Pemkot Bandung tengah menyusun mitigasi bencana dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau ke wilayah Bandung Raya, termasuk kemungkinan menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi siswa. Langkah awal berupa koordinasi dengan BMKG, BPBD, AirNav, dan KCIC untuk memastikan ketepatan mitigasi, dengan keputusan final disampaikan hari itu juga. Sebelumnya, Badan Geologi menetapkan status Gunung Anak Krakatau di level III (siaga) dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak terpancing informasi tidak terverifikasi mengenai potensi tsunami.
Poin-Poin Utama
- Pemkot Bandung menyiapkan mitigasi bencana dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar ke Jawa Barat.
- Opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dipertimbangkan untuk siswa jika abu vulkanik mencapai Bandung.
- Koordinasi dilakukan dengan BMKG, BPBD, AirNav, dan KCIC.
- Farhan menyatakan keputusan mitigasi akan disampaikan pada hari ini.
- Mitigasi menyangkut keselamatan anak-anak sekolah dan pengguna kendaraan bermotor.
- Imbauan resmi kepada masyarakat belum diterbitkan, menunggu masukan dari semua pihak.
- Badan Geologi Kementerian ESDM mengeluarkan peringatan kewaspadaan erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Erupsi terjadi terus-menerus sejak Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026).
- Status Gunung Anak Krakatau saat ini Level III atau Siaga.
- Kepala Badan Geologi Lana Saria melaporkan erupsi disertai suara gemuruh.
- Suara gemuruh terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran, Banten.
- Pengamatan visual menunjukkan semburan merah menyala berlangsung terus-menerus.
- Karakter semburan menyerupai fenomena lava fountain yang dapat menghasilkan aliran lava.
- Tinggi kolom erupsi belum dapat dipastikan.
- Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik, dan tidak mempercayai informasi tidak terverifikasi soal potensi tsunami.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.