Kuningan Masih Aman dari Abu Vulkanik Anak Krakatau, BPBD Tingkatkan Kewaspadaan
BPBD Kabupaten Kuningan melaporkan wilayahnya masih aman dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan belum menerima laporan dampak, meskipun aktivitas erupsi meningkat. BPBD meningkatkan kewaspadaan dengan memantau perkembangan erupsi dan mengikuti koordinasi daring bersama Sekda Jawa Barat, mengingat musim kemarau dan arah angin dapat memengaruhi pergerakan abu. Masyarakat diimbau tidak panik, membatasi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker, menutup sumber air jika terpapar abu, serta melaporkan indikasi sebaran abu vulkanik.
Poin-Poin Utama
- Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meningkat dalam beberapa hari terakhir.
- Kabupaten Kuningan hingga kini masih dalam kondisi aman dari sebaran abu vulkanik.
- BPBD Kabupaten Kuningan belum menerima laporan wilayah terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Pernyataan disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, pada Selasa (8/9/2026).
- BPDB Kuningan mengikuti koordinasi daring bersama Sekretaris Daerah Jawa Barat bidang penanganan kebencanaan.
- Kewaspadaan ditingkatkan meski belum ada laporan abu vulkanik mencapai Kuningan.
- Kondisi cuaca dan arah angin menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan abu vulkanik.
- Musim kemarau masih berlangsung sehingga kekuatan angin sangat berpengaruh terhadap penyebaran abu vulkanik.
- BPBD Kuningan mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap mengikuti perkembangan informasi resmi.
- Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila abu vulkanik terdeteksi memasuki Kuningan.
- Warga yang beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko menghirup abu vulkanik.
- Masyarakat diminta menutup sumur, tempat penampungan, dan sumber air lainnya apabila mulai terpapar abu vulkanik.
- BPBD Kuningan meminta masyarakat segera melaporkan indikasi sebaran abu vulkanik atau dampak lain terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
- Laporan masyarakat diperlukan untuk verifikasi kondisi lapangan dan langkah penanganan cepat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.