Prabowo Terbitkan Inpres Larang Pembukaan Lahan dengan Membakar
Presiden Prabowo menerbitkan Inpres No. 11 Tahun 2026 untuk memperkuat penegakan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar serta pengendalian karhutla, termasuk sanksi pidana, perdata, dan administrasi bagi pelaku, penyuruh, atau yang memfasilitasi. Pengecualian pembakaran berbasis kearifan lokal diperketat dengan syarat kumulatif seperti luas maksimal dua hektar per keluarga, wajib sekat bakar, dilarang di gambut dan zona penyangga 500 meter, serta tidak berlaku untuk korporasi. Kapolri Listyo Sigit menyatakan izin pembakaran lokal ditangguhkan selama musim kemarau ekstrem El Nino, sementara Polri telah menetapkan 138 tersangka dari 200 laporan karhutla, dengan 8 perusahaan sedang diproses di Kalimantan dan Sumatra.
Poin-Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto terbitkan Inpres No. 11 Tahun 2026 tentang penguatan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.
- Inpres ditetapkan pada 31 Agustus 2026.
- Inpres menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, dan kepala daerah menegakkan larangan pembukaan lahan dengan membakar.
- Inpres memerintahkan penegakan hukum pidana, perdata, dan sanksi administratif bagi pelaku, pemberi perintah, fasilitator, atau pihak yang membiarkan pembakaran hutan dan lahan.
- Pengecualian berbasis kearifan lokal membatasi luas lahan maksimal 2 hektar per kepala keluarga.
- Pengecualian mewajibkan sekat bakar yang dipelihara ketat.
- Pengecualian melarang praktik di ekosistem gambut dan zona penyangga radius 500 meter.
- Pengecualian bukan untuk pembukaan lahan korporasi, perkebunan komersial, pertambangan, atau pemegang izin/konsesi.
- Pelaksanaan pengecualian baru berlaku setelah status darurat karhutla dicabut oleh kepala daerah.
- Pemerintah menangguhkan izin pembakaran berbasis kearifan lokal karena musim kemarau panjang ekstrem El Nino.
- Ada 8 perusahaan diproses terkait kasus karhutla di Kalimantan dan Sumatra.
- Total ada 200 laporan polisi terkait karhutla sedang diproses.
- 138 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dari total laporan tersebut.
- 119 di antaranya sengaja melakukan pembakaran untuk pembukaan lahan.
- 18 orang terbukti lalai hingga menyebabkan kebakaran.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.