Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Lingkungan Positif

Menjemput Senja di Lubuk Larangan

Rabu, 9 September 2026, 18:43 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Lubuk Larangan di Sungai Jujuhan, Nagari Talao, Kabupaten Solok Selatan, merupakan kearifan lokal Minangkabau yang melarang penangkapan ikan dalam jangka waktu tertentu demi pelestarian lingkungan, khususnya ikan gariang (Tor douronensis) yang endemik dan terancam punah. Sejak 2025, kawasan sepanjang 500 meter ini ditetapkan sebagai Lubuk Larangan dengan dukungan CSR PT Kencana Sawit Indonesia (KSI) dan berada di pinggir area konservasi HCV yang dihuni berbagai satwa liar. Tradisi ini diwariskan turun-temurun melalui ritual yasinan oleh minimal 40 pawang adat dan tokoh agama, dengan hasil panen ikan yang biasanya dilakukan setiap tiga tahun digunakan untuk pembangunan masjid atau syukuran kampung.

Poin-Poin Utama

  • Lubuk Larangan is a Minangkabau tradition in West Sumatra that bans fishing in designated river areas.
  • Since 2025, a 500-meter stretch of Sungai Jujuhan in Nagari Talao, South Solok Regency has been designated as Lubuk Larangan.
  • The designation was made by the local nagari community with support from PT Kencana Sawit Indonesia (KSI).
  • The site borders a high conservation value (HCV) forest area managed by PT KSI.
  • The conservation area hosts siamang, macaques, langurs, eagles, and hornbills.
  • Sungai Jujuhan's waters contain hundreds of gariang fish (Tor douronensis), an endemic species in fast-flowing rivers.
  • Gariang fish are protected from capture under the local custom.
  • Facilities at the site include gazebos, toilets, and stepped stairs leading to the riverbank.
  • Some Lubuk Larangan enforce a three-year fishing ban before a communal harvest.
  • Lubuk Larangan Sungai Kunyit, near Sungai Jujuhan, has not been harvested since 2019.
  • Gariang fish at Sungai Kunyit have grown up to 14 kilograms per fish.
  • Harvest proceeds are typically used to fund mosque construction or village thanksgiving ceremonies.
  • Establishing a Lubuk Larangan begins with a yasinan ritual involving at least 40 traditional and religious leaders.
  • The community believes the ritual keeps fish from leaving the area and can bring illness or death to fish thieves.
  • The Lubuk Larangan Sungai Jujuhan initiative was funded through PT KSI's corporate social responsibility (CSR) program.
Tagar Terkait
#konservasi#sumatera barat#csr#kearifan lokal#lubuk larangan#sungai jujuhan#ikan gariang#pt ksi#solok selatan#pelestarian sungai
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya