Saling Serang AS-Iran, Rudal Iran Mengarah ke Yordania
AS menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran di Teluk Oman dan Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan rudal Garda Revolusi Iran terhadap kapal perang AS, sementara Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke sasaran AS di Yordania. Eskalasi militer ini disertai sanksi baru terhadap maskapai terkait Iran dan kenaikan harga minyak Brent yang sempat mencapai 99,46 dolar AS per barel, sehingga menjadi tekanan politik bagi Presiden Trump menjelang pemilihan paruh waktu. Konflik juga meluas melalui koordinasi kelompok Houthi Yaman dan milisi Irak dalam serangan drone ke Arab Saudi, yang kemudian dibalas dengan serangan udara gabungan AS-Saudi yang menewaskan sedikitnya 20 anggota milisi Irak dan beberapa penasihat Iran.
Poin-Poin Utama
- Militer AS menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah Iran milik Garda Revolusi Iran.
- Empat kapal (Kivik, Charminar, Horizon 1, Riesco) dihancurkan di Teluk Oman; kapal Derya diserang dekat Pulau Kharg, Selat Hormuz.
- Awak kelima kapal diperintahkan meninggalkan kapal sebelum serangan.
- Garda Revolusi Iran melancarkan dua serangan rudal balistik terhadap kapal perang AS dalam dua hari terakhir.
- Iran dilaporkan menembakkan rudal ke sasaran AS di Yordania; CENTCOM menyatakan tidak memiliki informasi terkait serangan tersebut.
- Tiga hari sebelumnya, AS menghancurkan tiga kapal tanker minyak Iran akibat upaya Garda Revolusi menyerang kapal induk dan kapal perusak AS.
- AS menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari dua lusin maskapai dan penyedia jasa kargo asing yang berbisnis dengan Iran.
- Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan risiko dikeluarkan dari sistem keuangan global bagi pihak yang berbisnis dengan maskapai Iran.
- Sebelum perang, sekitar seperlima minyak dunia melewati Selat Hormuz.
- Harga minyak Brent mencapai 99,46 dolar AS per barel pada Selasa (8/9).
- Kelompok Houthi Yaman membantu milisi Irak merencanakan serangan drone dua hari terhadap Arab Saudi.
- AS dan Arab Saudi melancarkan serangan udara gabungan yang menewaskan sedikitnya 20 anggota milisi Irak, enam penasihat Iran, dan sedikitnya satu pejabat Houthi.
- Dua pejabat Pasukan Mobilisasi Populer Irak membantah keterlibatan milisi dalam serangan terhadap Arab Saudi.
- Sejak akhir Juli, Houthi melancarkan lebih dari selusin serangan terhadap fasilitas minyak dan kapal tanker Saudi menurut ACLED.
- Houthi mendeklarasikan blokade pelayaran Saudi di Laut Merah, meningkatkan tekanan terhadap Arab Saudi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.