Dosen dan Tendik FTI UBSI Ikuti Pelatihan No-Code AI dan Digital Forensics
Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar pelatihan batch 2 virtual pada Jumat (4/9/2026) yang diikuti 316 dosen dan tenaga kependidikan, bertema akselerasi kurikulum berbasis No-Code AI dan penguatan kompetensi digital forensics. Dekan FTI Rachmat Adi Purnama menyampaikan bahwa pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi dosen dalam pemanfaatan AI untuk penyusunan RPS serta pemahaman forensik digital dan legalitas bukti digital. Kaprodi Teknik Elektro Rian Septian Anwar menekankan penggunaan No-Code AI sebagai copilot dosen, mengingatkan validasi substansi dan perlindungan data pribadi(KTP)saat mengunggah ke publik。
Poin-Poin Utama
- FTI Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar pelatihan batch 2 secara virtual melalui Zoom pada Jumat (4/9/2026).
- Sebanyak 316 dosen dan tenaga kependidikan (tendik) mengikuti pelatihan tersebut.
- Tema pelatihan adalah "Akselerasi Kurikulum Berbasis No-Code AI dan Penguatan Kompetensi Digital Forensics Menuju Transformasi Kampus Digital Kreatif".
- Dekan FTI UBSI, Rachmat Adi Purnama, membuka kegiatan secara resmi.
- Rachmat Adi Purnama menyatakan AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
- FTI UBSI menargetkan menjadi fakultas unggul dan mewujudkan kreativitas berwirausaha pada tahun 2033.
- Ketua Program Studi Teknik Elektro UBSI, Rian Septian Anwar, memaparkan materi akselerasi kurikulum berbasis No-Code AI.
- Pendekatan No-Code AI memungkinkan dosen merancang solusi AI tanpa menguasai pemrograman rumit.
- Materi mencakup penyusunan RPS, CPMK, dan pengembangan modul ajar.
- Rian Septian Anwar memposisikan teknologi sebagai copilot, bukan pengganti peran dosen.
- Sesi simulasi menggunakan platform Generative AI seperti ChatGPT, Claude, Gamma.app, dan Gemini API untuk "Generator RPS Cerdas".
- Validasi substansi, integritas akademik, dan perlindungan data pribadi tetap menjadi tanggung jawab penuh pengajar.
- Rian mengingatkan peserta agar tidak mengunggah data sensitif seperti KTP ke platform publik.
- Pelatihan ini menjadi fondasi kesiapan UBSI menghadapi perubahan teknologi.
- Inovasi teknologi diarahkan seiring dengan etika, tanggung jawab, dan perlindungan data.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.