"Kasus Djarum": Membaca Angin Politik, Menghitung Risiko Bisnis
Keluarga Hartono, pemilik Djarum, memindahkan lebih dari 1,4 miliar dolar AS ke luar negeri melalui entitas di Singapura dan London di tengah ketidakpastian kebijakan Presiden Prabowo, seperti diberitakan Bloomberg. Manager Corporate Communication Djarum, Budi Darmawan, tidak membantah data tersebut, namun menekankan bahwa mayoritas investasi Djarum tetap di dalam negeri, dibuktikan dengan akuisisi SariWangi Rp 1,5 triliun, akuisisi PT Bach Multi Global Rp 461 miliar, dan proyek peternakan sapi perah Rp 1,2 triliun. Djarum menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi di dalam negeri dan menjalankan program CSR melalui Djarum Foundation.
Poin-Poin Utama
- Bloomberg memuat artikel berjudul "Indonesia's Richest Family Moves More Than $1 Billion Offshore" pada 8 September 2026 pukul 06.00 WIB.
- Artikel Bloomberg tersebut terdiri atas 1.733 kata.
- Keluarga Hartono tercatat sebagai keluarga terkaya di Indonesia.
- Keluarga Hartono telah menginvestasikan sedikitnya 1,4 miliar dolar AS di luar negeri.
- Investasi luar negeri keluarga Hartono dilakukan melalui entitas yang berbasis di Singapura dan London.
- Arus modal keluar investor menekan nilai tukar rupiah hingga rekor terendah dan memicu aksi jual di pasar saham Indonesia.
- PT Djarum menyebut mayoritas investasinya tetap berlokasi di dalam negeri.
- Pada 2 Maret 2026, PT Savoria Kreasi Rasa menyelesaikan akuisisi SariWangi dari PT Unilever Indonesia Tbk senilai Rp 1,5 triliun.
- PT Global Telekomunikasi Prima mengakuisisi PT Bach Multi Global Tbk dengan dana Rp 461 miliar.
- Djarum menguasai 51 persen saham PT Bach Multi Global Tbk.
- Djarum menanamkan investasi Rp 1,2 triliun untuk peternakan sapi perah terintegrasi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
- Proyek peternakan Brebes berlokasi di lahan seluas 710 hektar.
- Proyek peternakan Brebes menargetkan 30.000 sapi perah dengan kapasitas produksi 180.000 ton susu per tahun.
- Pada akhir 2023, Evergreen Hill mengakuisisi bisnis kertas rokok di AS senilai 669 juta dolar AS.
- Setahun kemudian, Evergreen Hill membeli produsen kertas rokok asal Austria senilai 418 juta dolar AS.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.