Prabowo Minta Masyarakat Punya Rekening Bank, Ini Persiapan BSI
BSI menyiapkan 1.130 cabang dan 134 ribu agen untuk melayani pembukaan rekening masyarakat menyusul kebijakan Presiden Prabowo yang mendorong setiap warga memiliki rekening perbankan sejak usia 17 tahun. Pemerintah menargetkan 200 juta penduduk memiliki rekening melalui bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yakni BRI dan BSI, dengan mekanisme berbasis NIK dan terintegrasi digital. Rekening tersebut juga akan digunakan untuk penyaluran bantuan sosial dengan dana awal Rp50 ribu, sebagai strategi memperluas inklusi keuangan, termasuk keuangan syariah yang saat ini baru 13,14 persen.
Poin-Poin Utama
- BSI menyiapkan jaringan layanan untuk pembukaan rekening masyarakat menyusul kebijakan Presiden Prabowo.
- BSI memiliki 1.130 cabang dan 134 ribu agen yang melayani pembukaan rekening.
- Pembukaan rekening dapat dilakukan melalui kantor cabang, agen, dan layanan digital.
- Aplikasi BYOND juga disediakan untuk pembukaan rekening secara digital.
- Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan infrastruktur pembukaan rekening siap.
- Kebijakan berlaku bagi warga negara mulai usia 17 tahun.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan program rekening untuk 200 juta penduduk.
- Rekening akan disiapkan melalui bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni BRI dan BSI.
- Pembukaan rekening menggunakan basis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan terintegrasi dengan sistem digital perbankan.
- Pemerintah masih berkoordinasi dengan Bank Indonesia, OJK, Kemendagri, dan Kemenkeu untuk menyiapkan mekanisme.
- Rekening diarahkan untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos).
- Pemerintah menyiapkan dana awal sebesar Rp50 ribu untuk mengisi rekening masyarakat.
- Saldo awal rekening sebesar Rp50 ribu tidak boleh dipotong oleh perbankan.
- Inklusi keuangan nasional saat ini mencapai sekitar 93,61 persen.
- Inklusi keuangan syariah saat ini masih 13,14 persen.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.