Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

Bima Arya Bicara soal Pentingnya Ketahanan Bencana Sejak Rencana Pembangunan

Rabu, 9 September 2026, 22:23 WIB Sumber: DetikNews
Ukuran:

Wamendagri Bima Arya mendorong sistem ketahanan bencana dirancang sejak tahap perencanaan pembangunan, bukan hanya saat respons bencana, agar risiko bencana dipertimbangkan dalam setiap kebijakan pembangunan. Indonesia dinilai rentan bencana dan memiliki banyak lembaga terkait (BNPB, BPBD, hingga Pemda), namun tantangan utama bukan membentuk lembaga baru melainkan membangun sistem yang menyelaraskan perencanaan, data, pendanaan, dan pembagian peran antarlembaga. Bima menekankan mitigasi sebagai investasi, dengan pengambilan keputusan pembangunan yang menggunakan informasi kebencanaan terpadu serta melibatkan Pemda, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas sesuai karakteristik wilayah.

Poin-Poin Utama

  • Bima Arya Sugiarto serves as Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) of Indonesia.
  • He spoke at the Forum for Sustainable Resilience at JIExpo, Kemayoran, Jakarta, on Wednesday (9/9/2026).
  • He urged that disaster resilience systems be built into national development planning from the earliest stages.
  • Bima argued disaster management should not rely only on emergency response capabilities.
  • He stated the focus must be on how strong the system is in providing resilience by design.
  • Bima noted Indonesia is a disaster-vulnerable country.
  • He said disaster risk reduction requires involvement of all government levels, from central to regional.
  • He emphasized every development policy can either raise or lower disaster risk.
  • Indonesia has disaster management institutions including BNPB, BPBD, ministries, and regional governments.
  • Bima said the main challenge now is building systems rather than creating new agencies.
  • He warned that decentralization creates its own complications.
  • Bima urged alignment of planning, data, funding, and inter-agency roles.
  • He framed mitigation as an investment to protect development outcomes, not an extra cost.
  • He called for integrated disaster data use in decision-making, including risk maps, weather info, early warning systems, and regional conditions.
  • He stressed resilience must involve regional governments, communities, businesses, academics, and civil society organizations.
Tagar Terkait
#bnpb#bpbd#penanggulangan bencana#wamendagri#bima arya sugiarto#ketahanan bencana#forum for sustainable resilience
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya