Wamendagri Dorong Sistem Ketahanan Bencana Dibangun Sejak Perencanaan
pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan—agar ketahanan bencana dibangun sesuai karakteristik setiap wilayah.
Poin-Poin Utama
- Wamendagri Bima Arya Sugiarto dorong sistem ketahanan bencana dibangun sejak tahap perencanaan pembangunan.
- Pernyataan Bima disampaikan di Forum for Sustainable Resilience di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (9/9).
- Indonesia disebut Bima sebagai negara rentan terhadap bencana.
- Penguatan sistem ketahanan bencana harus menjangkau seluruh tingkatan pemerintahan, dari pusat hingga daerah.
- Setiap kebijakan pembangunan berpotensi meningkatkan atau mengurangi risiko bencana.
- Lembaga penanggulangan bencana di Indonesia mencakup BNPB, BPBD, kementerian/lembaga, hingga pemerintah daerah.
- Bima menyebut tantangan utama saat ini ialah membangun sistem, bukan sekadar membentuk lembaga.
- Desentralisasi disebut Bima menimbulkan komplikasi dalam penanggulangan bencana.
- Penguatan sistem mencakup keterkaitan perencanaan pembangunan, tata ruang, penganggaran, informasi risiko, dan kesiapan kelembagaan.
- Mitigasi dipandang Bima sebagai investasi, bukan tambahan biaya.
- Bima menegaskan ketahanan bencana tidak boleh hanya bergantung pada koordinasi darurat.
- Bima mendorong penggunaan informasi kebencanaan terpadu, termasuk peta risiko, informasi cuaca, sistem peringatan dini, dan kondisi wilayah.
- Penguatan ketahanan bencana perlu melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan organisasi kemasyarakatan.
- Pelibatan berbagai pihak bertujuan menyesuaikan sistem ketahanan dengan karakteristik setiap wilayah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.