Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

Wamendagri Dorong Sistem Ketahanan Bencana Dibangun Sejak Perencanaan

Rabu, 9 September 2026, 22:58 WIB Sumber: CNN Dibaca 1 kali
Ukuran:

pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan—agar ketahanan bencana dibangun sesuai karakteristik setiap wilayah.

Poin-Poin Utama

  • Wamendagri Bima Arya Sugiarto dorong sistem ketahanan bencana dibangun sejak tahap perencanaan pembangunan.
  • Pernyataan Bima disampaikan di Forum for Sustainable Resilience di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (9/9).
  • Indonesia disebut Bima sebagai negara rentan terhadap bencana.
  • Penguatan sistem ketahanan bencana harus menjangkau seluruh tingkatan pemerintahan, dari pusat hingga daerah.
  • Setiap kebijakan pembangunan berpotensi meningkatkan atau mengurangi risiko bencana.
  • Lembaga penanggulangan bencana di Indonesia mencakup BNPB, BPBD, kementerian/lembaga, hingga pemerintah daerah.
  • Bima menyebut tantangan utama saat ini ialah membangun sistem, bukan sekadar membentuk lembaga.
  • Desentralisasi disebut Bima menimbulkan komplikasi dalam penanggulangan bencana.
  • Penguatan sistem mencakup keterkaitan perencanaan pembangunan, tata ruang, penganggaran, informasi risiko, dan kesiapan kelembagaan.
  • Mitigasi dipandang Bima sebagai investasi, bukan tambahan biaya.
  • Bima menegaskan ketahanan bencana tidak boleh hanya bergantung pada koordinasi darurat.
  • Bima mendorong penggunaan informasi kebencanaan terpadu, termasuk peta risiko, informasi cuaca, sistem peringatan dini, dan kondisi wilayah.
  • Penguatan ketahanan bencana perlu melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan organisasi kemasyarakatan.
  • Pelibatan berbagai pihak bertujuan menyesuaikan sistem ketahanan dengan karakteristik setiap wilayah.
Tagar Terkait
#bnpb#kemendagri#penanggulangan bencana#wamendagri#bima arya sugiarto#ketahanan bencana#perencanaan pembangunan#resilience
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.

Buka Sumber di CNN

Warta Terkini Lainnya