Erupsi Gunung Lewotolok Picu Krisis Air Bersih, 19.998 Warga di 26 Desa Terdampak
Erupsi Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT menyebabkan krisis air bersih yang berdampak pada 19.998 jiwa di 26 desa Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, karena sumur dangkal dan penampungan air hujan tercemar abu vulkanik. BPBD mencatat kebutuhan mencapai 260 tangki air (sekitar 1,3 juta liter), 210 ribu masker, dan 61 ribu penutup kepala, namun bantuan belum turun karena keterbatasan anggaran dan masih menunggu pengajuan ke BNPB. Camat Ile Ape menambahkan bahwa 11 desa mengalami paparan abu paling parah akibat arah angin dari puncak gunung ke barat laut, sehingga masker dan penutup kepala menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi warga.
Poin-Poin Utama
- Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT erupsi.
- Erupsi berdampak pada 26 desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur.
- Total warga terdampak mencapai 19.998 jiwa dari 5.816 keluarga.
- Kecamatan Ile Ape Timur terdampak di sembilan desa dengan 2.092 keluarga atau 6.673 jiwa.
- Kecamatan Ile Ape terdampak di 17 desa dengan 3.724 keluarga atau 13.325 jiwa.
- Sumber air warga, berupa air hujan dan sumur dangkal, tercemar abu vulkanik.
- Kebutuhan air bersih di dua kecamatan mencapai 260 tangki kapasitas 5.000 liter.
- Total kebutuhan air bersih sekitar 1,3 juta liter.
- Rincian kebutuhan: 90 tangki untuk Ile Ape Timur dan 170 tangki untuk Ile Ape.
- Kebutuhan masker sebanyak 210 ribu lembar, terdiri atas 70 ribu untuk Ile Ape Timur dan 140 ribu untuk Ile Ape.
- Kebutuhan penutup kepala sebanyak 61 ribu buah, masing-masing 21 ribu untuk Ile Ape Timur dan 40 ribu untuk Ile Ape.
- Hingga 9 September, bantuan air bersih belum diterima masyarakat dan masih dalam pengajuan ke BNPB.
- Sebanyak 11 desa di Ile Ape mengalami paparan abu paling parah selama 24 jam terus-menerus.
- Arah angin dari puncak gunung bergerak dari timur-tenggara menuju barat laut.
- Dampak kesehatan dirasakan warga berupa kulit gatal dan mata perih akibat paparan abu.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.