Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Negatif

NU Jakarta dan Amanah Nahdliyyin Betawi

Kamis, 10 September 2026, 00:14 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

tokoh ulama Betawi yang mengisi sejarah struktural NU sejak pendiriannya. Corak ke-NU-an warga Betawi tercermin dalam tradisi majelis taklim, madrasah, masjid, dan praktik egaliterian seperti memuliakan pendatang, yang tetap kental meski terjadi pergeseran budaya dan digitalisasi. Kesimpulan artikel menegaskan bahwa Nahdliyyin Betawi memiliki amanah besar untuk menjaga NU di Jakarta sesuai pesan para pendiri (muassis) NU.

Poin-Poin Utama

  • Nahdlatul Ulama (NU) organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
  • Kantor Pengurus Besar NU sejak 1950 berada di pusat Kota Jakarta.
  • Mayoritas masyarakat Betawi sebagai penduduk asli Jakarta merupakan warga Nahdliyyin.
  • Muktamar ke-8 NU tahun 1933 dilaksanakan di Jakarta.
  • Guru Marzuki Bin Mirshod tokoh Betawi hadir di Muktamar ke-8 NU 1933.
  • Guru Manshur Jembatan Lima tokoh Betawi hadir di Muktamar ke-8 NU 1933.
  • Setiap periode kepengurusan PB NU selalu diisi ulama atau aktivis Betawi.
  • Kekuatan warga NU di Jakarta berada di majelis taklim, madrasah, masjid, dan mushola.
  • Di Jawa Timur tradisi kepesantrenan lebih melekat pada warga NU dibanding di Jakarta.
  • Warga Betawi di Jakarta menjalankan tradisi ikromu dluyuf (memuliakan pendatang) secara konsisten.
  • Tradisi Betawi yang identik dengan NU antara lain tahlilan, manaqiban, maulidan, nyekar, dan ziarah kubur.
  • Sebagian kecil warga Jakarta berafiliasi dengan Muhammadiyah, FPI, atau ormas keagamaan lain.
  • Terjadi pergeseran budaya dan pengaruh digital di kalangan warga Betawi NU Jakarta.
  • Teks bernada penekanan terhadap peran Nahdliyyin Betawi dalam menjaga NU di Jakarta.
  • Penulis menolak pernyataan tersebut mengandung ashobiyah berlebihan.
Tagar Terkait
#jakarta#nu#nahdlatul ulama#betawi#nahdliyyin#majelis taklim#kultur betawi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya