Seharian Susuri Kota Jakarta, Ini Kuliner yang Bisa Dicoba dari Pagi-Malam
Gado Bon Bin dan Soto Betawi Haji Husen untuk makan siang, serta ditutup dengan Asinan Betawi H. Mansyur Kamboja sebagai kudapan penyegar. Artikel ini merekomendasikan deretan kedai legendaris di berbagai lokasi Jakarta untuk pengalaman gastronomi yang autentik.
Poin-Poin Utama
- Lucky Wulandari serves as Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta.
- Jakartan culinary diversity stems from Betawi, Melayu, Arab, Tionghoa, Jawa, and colonial influences.
- Bubur Ase Betawi recommended as 06:00 breakfast starting point.
- Bubur Ase Cik Lis located on Jalan Kebon Melati, Tanah Abang.
- Bubur Ase Cik Lis operates 06.00–09.00 WIB.
- Nasi Uduk Zainal Fanali located in Kebon Kacang, Tanah Abang, operating since 1967.
- Nasi Uduk Zainal Fanani menu includes ayam goreng, empal, paru, babat, sate udang, tahu, and tempe.
- Gado-Gado Bon Bin located in Menteng, operating approximately six decades.
- Soto Betawi Haji Husen located on Jalan Padang Panjang, Pasar Manggis, Setiabudi, South Jakarta.
- Asinan Betawi H. Mansyur Kamboja located in Rawamangun, East Jakarta.
- Giovanni A from Bandung praised aroma and savoriness but criticized small portion and weak sambal at Nasi Uduk Zainal Fanani.
- Bram Hendro from Yogyakarta praised Soto Betawi Haji Husen for tender meat, odor-free offal, and crispy fried paru.
- Jakarta gastronomy history traces Betawi traditions, Chinese influences, and nighttime dining culture.
- Article published Wednesday, 9/9/2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.