Waspada, Konsumsi Minuman di Atas 65 Derajat Celsius Picu Risiko Kanker Esofagus
IARC melaporkan konsumsi minuman dengan suhu di atas 65°C kemungkinan meningkatkan risiko kanker esofagus karena suhu ekstrem dapat merusak sel pada kerongkongan, sehingga minuman sangat panas diklasifikasikan sebagai karsinogenik Grup 2A. Kebiasaan ini banyak ditemukan di wilayah dengan angka kanker esofagus tinggi seperti kebiasaan minum maté di Amerika Selatan serta tradisi minum teh panas di Asia dan Afrika. Masyarakat diimbau untuk menunggu suhu minuman turun di bawah 65°C sebelum diminum sebagai langkah pencegahan.
Poin-Poin Utama
- Kanker esofagus adalah pertumbuhan sel abnormal atau tumor ganas pada kerongkongan.
- Faktor risiko kanker esofagus umumnya dikaitkan dengan merokok dan minuman beralkohol.
- IARC, badan kanker di bawah WHO, melaporkan kemungkinan hubungan signifikan antara minuman sangat panas dan kanker esofagus.
- Kategori minuman sangat panas merujuk pada cairan dengan suhu lebih dari 65°C.
- Kebiasaan minum maté panas umum di Amerika Selatan.
- Tradisi minum teh panas terdapat di beberapa wilayah Asia dan Afrika.
- Wilayah dengan kebiasaan minuman panas memiliki angka kasus kanker esofagus yang tinggi.
- Suhu panas ekstrem kemungkinan menyebabkan kerusakan sel pada esofagus yang memicu kanker.
- Percobaan laboratorium pada tikus dan mencit menunjukkan pola kerusakan serupa.
- IARC mengklasifikasikan konsumsi minuman sangat panas dalam Grup 2A.
- Grup 2A berarti zat atau paparan bersifat kemungkinan karsinogenik bagi manusia.
- Klasifikasi Grup 2A tidak menjamin setiap peminum minuman panas akan menderita kanker.
- Proporsi pasti kasus kanker esofagus yang murni disebabkan suhu minuman masih terus diteliti.
- Masyarakat diimbau memperhatikan suhu minuman, bukan hanya jenisnya.
- Menunggu beberapa menit hingga suhu di bawah 65°C disarankan sebagai langkah preventif.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.