Waspadai Gelombang Tinggi, KSOP Labuan Bajo Tutup Pelayaran TN Komodo
KSOP Kelas III Labuan Bajo menutup sementara pelayaran menuju Pulau Padar dan Taman Nasional Komodo melalui Maklumat Pelayaran nomor 01/MP-IX/2026 akibat peringatan BMKG soal gelombang tinggi 1,5-3 meter dan angin kencang 20-30 knot pada 8-11 September 2026. Terdapat 10 titik perairan berbahaya yang dipetakan, termasuk Selat Molo, Selat Padar, dan Selat Sape bagian selatan, dengan risiko arus kuat, pusaran angin, gelombang tinggi, serta karang tersembunyi. Seluruh nakhoda kapal diimbau menyesuaikan kecepatan, menghindari perairan berbahaya, dan siap berlabuh jika cuaca memburuk, sementara wisatawan diminta memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun KSOP.
Poin-Poin Utama
- KSOP Labuan Bajo tutup sementara pelayaran ke Pulau Padar dan TN Komodo lewat Maklumat Pelayaran nomor 01/MP-IX/2026.
- Maklumat diterbitkan 8 September 2026, berlaku selama periode 9-10 September 2026.
- BMKG peringatan potensi gelombang capai 3 meter dan angin kencang.
- Data BMKG Tenau Kupang: gelombang signifikan 1,5-3,0 meter periode 8-10 September 2026.
- Kecepatan angin bertambah hingga 20-30 knot.
- Kondisi berbahaya diprediksi berlangsung hingga 11 September 2026.
- Wilayah utama terdampak: Selat Sape bagian selatan dan perairan sekitar TN Komodo.
- KSOP petakan 10 titik perairan berbahaya.
- Titik dimaksud: Pulau Kelor, Batu Tiga, Selat Molo, Selat Padar, Loh Kima, Pulau Luwu, Pulau Kerangga, Pulau Mauwang, Pulau Tatawa, Pulau Siaba Kecil.
- Ancaman di titik-titik itu: arus kuat, pusaran angin, gelombang tinggi, karang tersembunyi.
- Surat persetujuan berlayar kapal wisata hanya diterbitkan dengan syarat ketat.
- Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo: Stefanus Risdiyanto.
- Nakhoda wajib sesuaikan kecepatan, hindari perairan berbahaya, dan labuh saat cuaca memburuk.
- Nakhoda wajib koordinasi dengan Syahbandar dan Basarnas bila kondisi memburuk.
- Masyarakat dan wisatawan diminta pantau cuaca lewat kanal resmi BMKG dan KSOP Labuan Bajo.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.