Terumbu Karang Pulau Hanita Sukses Direhabilitasi, Berpotensi Atasi Overtourism di Pulau Padar dan Pulau Komodo
Program rehabilitasi terumbu karang di Pulau Hanita, Manggarai Barat, yang dilakukan sejak 2024–2026 pada area seluas 9.000 meter persegi, mencapai tingkat keberhasilan hidup 97,4% dan berpotensi menyerap ±4.500 kg CO2 per tahun. Program yang melibatkan masyarakat pesisir ini rencananya akan dikembangkan menjadi kawasan ecotourism dan digital engagement berbasis konservasi, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif destinasi baru untuk mengurangi overtourism di Pulau Padar dan Pulau Komodo.
Poin-Poin Utama
- Program rehabilitasi terumbu karang dilakukan di Pulau Hanita, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
- Area intervensi rehabilitasi mencapai 9.000 meter persegi.
- Program dilaksanakan sejak 2024 hingga 2026.
- Tingkat keberhasilan hidup terumbu karang mencapai 97,4%.
- Rehabilitasi berkontribusi pada peningkatan serapan karbon hingga ±4.500 kg CO2 per tahun.
- Tahap pertama (2024-2025) menggunakan 25 unit substrat dengan 3.750 fragmen karang.
- Tahap kedua (2025-2026) menggunakan 25 unit substrat tambahan dengan fragmen dan luas area yang sama.
- Total rehabilitasi mencakup 50 unit substrat dan 7.500 fragmen karang.
- Program melibatkan 10 warga pesisir Desa Seraya Marannu, Kecamatan Komodo (lima nelayan dan lima perempuan).
- Pelaksana program: CECT Sustainability Universitas Trisakti bersama PT Pelindo dan Yayasan Peduli Indonesia.
- Pulau Hanita ditujukan sebagai alternatif destinasi untuk mengatasi overtourism di Pulau Padar dan Pulau Komodo.
- Sebelum rehabilitasi, Pulau Hanita mengalami penurunan kualitas lingkungan di sejumlah titik.
- Area rehabilitasi mulai menunjukkan pertumbuhan terumbu karang dan kembalinya biota laut.
- Program diarahkan untuk pengembangan ecotourism dan digital engagement berbasis konservasi.
- Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng menyatakan kolaborasi multipihak mempercepat penanganan kerusakan lingkungan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.