Hasil PISA, Growth Mindset, dan Peran Deep Learning
Hasil PISA 2025 menunjukkan skor membaca naik ke 365 dan sains ke 389, meski matematika turun tipis ke 364; secara keseluruhan capaian Indonesia masih di bawah rata-rata OECD. Data Rapor Pendidikan 2024 juga mencatatkan peningkatan kompetensi literasi ke 70,03% dan numerasi ke 67,94%. Tantangan berikutnya adalah memperkuat growth mindset yang baru dimiliki 30% siswa serta menerapkan pembelajaran mendalam sebagai jembatan untuk mengonversi modal belajar siswa menjadi capaian akademik yang lebih tinggi.
Poin-Poin Utama
- Skor membaca PISA Indonesia naik dari 359 (2022) menjadi 365 (2025).
- Skor sains PISA Indonesia naik dari 383 (2022) menjadi 389 (2025).
- Skor matematika PISA Indonesia turun dari 366 (2022) menjadi 364 (2025).
- Capaian PISA Indonesia secara keseluruhan masih berada di bawah rata-rata OECD.
- Proporsi murid mencapai kompetensi minimum literasi naik dari 59,49% (2022) menjadi 70,03% (2024).
- Proporsi murid mencapai kompetensi minimum numerasi naik dari 45,24% (2022) menjadi 67,94% (2024).
- 80% siswa Indonesia menyatakan ingin tahu terhadap banyak hal, dibanding rata-rata OECD 73%.
- 74% siswa Indonesia menambahkan usaha saat tugas sulit, dibanding rata-rata OECD 60%.
- 9% siswa Indonesia menganggap sekolah sebagai pemborosan waktu, di bawah rata-rata OECD 24%.
- 90% siswa Indonesia meminta bantuan guru saat membutuhkan.
- 92% siswa Indonesia meminta bantuan teman saat belum memahami materi.
- 82% siswa menyatakan guru sains menunjukkan perhatian terhadap pembelajaran setiap siswa.
- 85% siswa menyatakan guru terus mengajar sampai siswa memahami.
- 80% siswa memperoleh bantuan tambahan saat membutuhkan.
- Hanya 30% siswa Indonesia memiliki growth mindset, dibanding rata-rata OECD 69%.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.