Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Pendidikan Netral

P2G Apresiasi Kenaikan Skor PISA Indonesia 2025

Rabu, 9 September 2026, 18:33 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

P2G memberikan apresiasi atas kenaikan skor PISA 2025 Indonesia pada aspek Membaca (naik 7 poin ke 365) dan Sains (naik 6 poin ke 389), meski skor Matematika turun tipis 2 poin ke 364 dan masih di bawah rata-rata OECD. P2G menyoroti lima isu krusial: keberhasilan learning recovery pascapandemi, perlunya penguatan STEAM dan budaya literasi, evaluasi pembelajaran Matematika, alarm tingginya kasus perundungan (24% murid), serta paradoks dedikasi guru yang justru menandakan kurangnya kemandirian belajar murid. P2G mengingatkan pemerintahan Prabowo Subianto akan tantangan besar mencapai target RPJMN 2025-2029 dengan skor Membaca 409, Matematika 416, dan Sains 426.

Poin-Poin Utama

  • P2G merespons rilis hasil tes PISA 2025 pada 8 September 2026.
  • Rata-rata skor negara OECD turun: Matematika 465 (-9), Membaca 463 (-14), Sains 484 (-3).
  • Skor Membaca Indonesia naik 7 poin menjadi 365.
  • Skor Sains Indonesia naik 6 poin menjadi 389.
  • Skor Matematika Indonesia turun 2 poin menjadi 364.
  • Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim menyampaikan keterangan pada 9 September 2026.
  • Skor Indonesia di tiga aspek masih di bawah rata-rata OECD.
  • 24% murid Indonesia mengalami perundungan beberapa kali per bulan.
  • Rata-rata OECD untuk perundungan murid adalah 20%.
  • 85% guru Indonesia terus mengajar sampai murid mengerti (rata-rata OECD 69%).
  • 80% guru Indonesia memberikan penjelasan ekstra (rata-rata OECD 73%).
  • P2G menyebut kenaikan skor sebagai indikasi keberhasilan learning recovery pascapandemi.
  • P2G merekomendasikan penguatan Sains lewat pendekatan STEAM sejak dini.
  • P2G menilai penurunan Matematika karena pembelajaran terlalu banyak hafalan rumus.
  • Target RPJMN 2025-2029: Membaca 409, Matematika 416, Sains 426.
Tagar Terkait
#pendidikan#kemendikdasmen#guru#oecd#pisa 2025#bullying#p2g#satriwan salim#learning recovery
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya