Timur Tengah Tidak Akan Sama Lagi
AS-Israel dan eskalasi serangan Houthi ke empat kota di Arab Saudi yang melukai lebih dari 70 orang serta membakar fasilitas energi Aramco. Harga minyak menembus 100 dolar AS per barel karena tersumbatnya Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb yang merupakan jalur vital transportasi energi global. Negara-negara Teluk didorong mencari alternatif pertahanan baru karena tak bisa lagi bergantung pada AS, dan deeskalasi lewat pembicaraan gencatan senjata menjadi satu-satunya cara agar konflik tidak meluas tak terkendali.
Poin-Poin Utama
- Houthi menyerang empat kota di Arab Saudi selatan pada 8 September 2026.
- Serangan menghanguskan fasilitas energi Aramco di wilayah tersebut.
- Lebih dari 70 orang dilaporkan luka-luka akibat serangan.
- Serangan disebut paling serius sejak gencatan senjata dimediasi PBB tahun 2022.
- Harga minyak menembus 100 dolar AS per barel untuk pertama kali sejak Juli.
- Kenaikan harga dipicu penyumbatan dua jalur utama energi di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.
- Sekitar 20 persen minyak global dipasok melalui Selat Hormuz.
- Selat Bab el-Mandeb dilintasi 10-12 persen perdagangan maritim global.
- Kota Jazan yang diserang Houthi berada di tepi Laut Merah.
- AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.
- Iran dan proksinya melancarkan pembalasan dengan menyerang negara-negara Teluk.
- Iran menggunakan strategi hibrid di berbagai front secara simultan.
- Houthi berbagi keahlian dengan milisi-milisi Irak.
- Negara-negara Teluk tidak lagi dapat mengandalkan AS sebagai pelindung keamanan.
- Deeskalasi melalui pembicaraan gencatan senjata diperlukan untuk menghentikan konflik.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.