Anak Usia 8 Tahun Mulai Akses Healing 119, Masalah Kesepian Jadi Sorotan
Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPKI) mengungkap bahwa kanal konseling Healing 119 Kemenkes sudah diakses anak usia 8-10 tahun dengan keluhan utama kesepian, memuncak di usia 12-14 tahun, dengan satu shift bisa melayani 500-600 orang padahal hanya mampu menangani 5 pasien. Kementerian Kesehatan menambahkan bahwa kesepian menjadi wabah yang membunuh, terutama pada lansia, dan meski lebih banyak perempuan yang menghubungi call center, laki-laki memiliki kemungkinan bunuh diri tiga kali lebih tinggi karena cenderung tidak menceritakan masalahnya.
Poin-Poin Utama
- Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPKI) reports children aged 8-10 years access the Healing 119 mental health counseling service.
- Loneliness is the main complaint among young users of Healing 119.
- Loneliness peaks among users aged 12-14 years.
- Healing 119 limits each patient session to 30 minutes due to long queues.
- One psychologist handles 5 patients per 3-hour shift.
- Up to 500-600 people access Healing 119 per shift.
- Kemenkes' Imran Pambudi states global suicide prevalence is highest among the elderly.
- Chronic illness contributes to suicide risk among the elderly.
- Loneliness is described as an epidemic causing many to feel isolated.
- More females contact the call center than males.
- Males have a suicide rate 3 times higher than females.
- Males tend to act on suicidal impulses without prior disclosure.
- The statement was made at a media meeting for Suicide Prevention Day in Jakarta on Wednesday (9/9).
- Annelia Sari Sani serves as Chair 2 for Partnership and Communication at IPKI's Central Board.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.