Simfoni Peradaban Makau di Jalur Sutra Maritim
Pameran "Kemilau Laut Cermin: Simfoni Peradaban Makau di Jalur Sutra Maritim" di Museum Tekstil Jakarta (hingga 27 September) menyoroti peran Makau sebagai titik temu peradaban China, Barat, dan Nusantara sejak era perdagangan Portugis abad ke-16-17. Jalur dagang musiman dengan Makassar dan Kepulauan Rempah mencapai nilai 500.000 keping perak Spanyol per tahun melalui pertukaran sutra dan porselen dengan kayu cendana, cengkeh, dan perhiasan. Dialog lima abad tersebut menghasilkan warisan budaya berupa Pusat Sejarah Makau, yang terdaftar sebagai Warisan World ke-31 China pada 2005.
Poin-Poin Utama
- Portugis memonopoli perdagangan maritim di Timur Jauh pada abad ke-16 hingga ke-17.
- Makau bertransformasi dari perkampungan nelayan menjadi pelabuhan transit dan pusat perdagangan Portugis terbesar di Timur.
- Jalur perdagangan Makau-Nagasaki terputus pada akhir Dinasti Ming.
- Makassar berkembang pesat sebagai pelabuhan dagang utama bagi pedagang Portugis penghubung Nusantara-Makau.
- Setiap musim gugur dan dingin, kapal Portugis berlayar ke Makassar dengan sutra dan porselen memanfaatkan angin muson timur laut.
- Setiap musim semi dan panas, kapal kembali ke Makau dengan kayu cendana dari Timor, cengkeh dari Maluku, dan perhiasan dari Borneo menggunakan angin muson barat daya.
- Pedagang Portugis mengirim 10 hingga 22 kapal layar dasar datar per tahun untuk jalur ini.
- Nilai perdagangan tahunan mencapai 500.000 keping perak Spanyol.
- Koleksi porselen China kuno di Museum Nasional Indonesia menjadi bukti material kemakmuran perdagangan.
- Pameran 'Kemilau Laut Cermin: Simfoni Peradaban Makau di Jalur Sutra Maritim' digelar di Museum Tekstil, Jakarta, hingga 27 September.
- Pameran menampilkan peninggalan arsitektur, porselen bersejarah, dan evolusi seni pertunjukan.
- Dialog peradaban antara China dan Barat di Makau telah berlangsung selama lima abad.
- Pusat Sejarah Makau resmi masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2005 sebagai situs ke-31 di China.
- Kawasan Pusat Sejarah Makau terdiri atas delapan alun-alun, 22 bangunan bersejarah, serta jaringan jalan dan lorong bersejarah.
- Kawasan ini merupakan kawasan arsitektur China dan Barat tertua, terluas, paling utuh, dan paling terkonsentrasi di Makau.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.