Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Opini Negatif

Bencana sebagai Metafora Kerentanan

Kamis, 10 September 2026, 11:39 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

ekonomi, dan ekologis. Bencana mengungkap kelemahan tata kelola pemerintahan, ketimpangan sosial yang membuat masyarakat miskin menanggung beban terberat, serta kerusakan hubungan dengan alam akibat perencanaan tata guna land yang buruk. Kesimpulannya, ketangguhan tidak dapat dibangun secara mendadak saat bencana terjadi, melainkan harus diintegrasikan ke dalam kebijakan, anggaran, kelembagaan, kepemimpinan, literasi kebencanaan, etika ekologis, dan solidaritas sosial jauh sebelum bencana datang.

Poin-Poin Utama

  • Artikel menyoroti rentetan bencana di Indonesia, termasuk gempa dahsyam di Pulau Flores, asap, dan hujan abu vulkanik.
  • Bencana diposisikan sebagai metafora kerentanan multidimensional, bukan sekadar peristiwa penghancur fisik.
  • Tim sukarelawan menghadapi kendala distribusi bantuan akibat infrastruktur jalan buruk hingga ketiadaan akses total.
  • Kualitas pengelolaan politik pemerintahan disebut menentukan penanggulangan bencana.
  • Tata kelola baik mencakup standar bangunan, jalur evakuasi, sistem peringatan dini, dan pencegahan pembangunan di kawasan berbahaya.
  • Ketangguhan harus terintegrasi ke kebijakan, anggaran, kelembagaan, dan kepemimpinan sebelum bencana terjadi.
  • Masyarakat miskin menanggung beban terberat dampak bencana dibandingkan kelompok dengan rumah kokoh, akses informasi, tabungan, mobilitas, dan layanan kesehatan.
  • Artikel merekomendasikan jaringan saling bantu, literasi kebencanaan di sekolah, dan pengetahuan jalur evakuasi keluarga.
  • Prioritas penanganan diarahkan kepada kelompok rentan secara sosial-ekonomi.
  • Teknologi seperti sistem peringatan dini, pemetaan satelit, dan jaringan komunikasi disebut mampu menyelamatkan nyawa.
  • Tanpa literasi digital, teknologi berisiko menimbulkan kebingungan karena satu pesan keliru bisa menyebar lebih cepat daripada tindakan penyelamat.
  • Bencana dinilai menyingkap hubungan manusia dengan alam yang telah menimbulkan luka ekologis serius, termasuk deforestasi drastis dan tekanan pada kawasan pesisir.
  • Hutan bakau, hutan, sungai, lahan basah, dan tanah sehat disebut sebagai bentuk perlindungan infrastruktur kehidupan.
  • Kerusakan alam dipandang mendatangkan keuntungan ekonomi jangka pendek dengan biaya sosial besar di kemudian hari.
  • Artikel menutup dengan pertanyaan tentang masyarakat seperti apa yang dibangun di bumi rentan serta ajakan merancang ketangguhan berbasis respons.
Tagar Terkait
#lingkungan#bencana#flores#politik#tata kelola#ketangguhan#sosial
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya