IHSG Melemah ke 6.670 Akibat Kenaikan Harga Minyak Global dan Tensi Geopolitik
IHSG melemah 0,11% ke posisi 6.670,80 pada Kamis pagi, mengikuti tren negatif bursa Asia dan global akibat lonjakan harga minyak mentah Brent di atas 101 dolar AS per barel serta tensi geopolitik antara AS dan Iran di Selat Hormuz. Kepala Riset Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak sideways di rentang 6.600–6.700, sementara pasar domestik mencatatkan Indeks Keyakinan Konsumen Agustus 2026 yang naik ke 118,5 namun tetap mewaspadai potensi kontraksi penjualan ritel 3,3%.
Poin-Poin Utama
- IHSG melemah 7,40 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.670,80 pada Kamis (10/9/2026) pukul 09.55 WIB.
- Indeks LQ45 turun 0,52 poin atau 0,08 persen ke level 663,73.
- IHSG diproyeksikan bergerak sideways dalam rentang 6.600 hingga 6.700 oleh Ratna Lim dari Phintraco Sekuritas.
- Tekanan pasar dipicu oleh memanasnya hubungan AS dan Iran.
- Aktivitas militer di Selat Hormuz termasuk penghancuran kapal pengangkut minyak meningkatkan kekhawatiran pasokan energi.
- Harga minyak Brent melonjak lebih dari 3 persen ditutup di atas 101 dolar AS per barel pada Rabu (9/9).
- Yield US Treasury tenor 10 tahun naik ke 4,845 persen, tertinggi sejak November 2023.
- Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia Agustus 2026 naik ke 118,5 dari 116,8 pada Juli 2026.
- Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) naik ke 109,4.
- Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) berada di level 127,6.
- Penjualan ritel Juli diproyeksi terkontraksi 3,3 persen year-on-year.
- ECB diprediksi menaikkan suku bunga 25 bps pada Kamis untuk meredam inflasi energi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.