Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Negatif

Pesan dari Papua

Sabtu, 12 September 2026, 06:03 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya ditembak kelompok kriminal bersenjata di Papua Pegunungan pada September 2026, menambah daftar aksi teror yang terus berulang di wilayah tersebut. Kekerasan yang banyak terjadi di Papua Pegunungan dan Papua Tengah tidak hanya mengganggu pelayanan publik tetapi juga menciptakan persepsi negatif terhadap keamanan Papua secara luas.

Poin-Poin Utama

  • Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya ditembak KKB di Distrik Muliama pada 9 September 2026.
  • Ketiga korban adalah AR (49), WB (24), dan AAM (35).
  • Mereka ditembak seusai meninjau program cetak sawah.
  • Botol kaca berisi bahan bakar diduga bom molotov dilempar di Kantor Komnas HAM Papua, Jayapura, pada hari yang sama.
  • Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 berlangsung di Distrik Walesi, Jayawijaya, Agustus 2026.
  • Dua orang terluka akibat penembakan di gerbang masuk festival pada 7 Agustus 2026.
  • Wilayah Papua Pegunungan meliputi Kabupaten Nduga, Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan Jayawijaya.
  • Wilayah Papua Tengah meliputi Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.
  • Merauke di Papua Selatan menjadi wilayah relatif aman dari teror KKB.
  • Pendatang yang bekerja sebagai aparatur sipil negara, guru, tenaga kesehatan, dan pekerja lapangan sering menjadi sasaran.
  • Teror terhadap pendatang mengganggu pelayanan publik di daerah terdampak.
  • Operasi Damai Cartenz terus dijalankan sebagai upaya penegakan hukum di Papua.
  • Pembangunan juga banyak dilakukan pemerintah di wilayah tersebut.
  • Penegakan hukum dan HAM secara adil, dialog jujur, serta peningkatan kesejahteraan disebut perlu lebih intensif.
  • Konstitusi mengamanatkan perlindungan segenap bangsa Indonesia dan kemajuan kesejahteraan umum.
Tagar Terkait
#papua#kkb#ham#keamanan#kekerasan#operasi damai cartenz#kesejahteraan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya