Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Umum Netral

Erupsi Gunung Anak Krakatau: BMKG Pantau Sebaran Abu dan Dampak Penerbangan

Minggu, 6 September 2026, 11:00 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

BMKG memantau nonstop erupsi Gunung Anak Krakatau akibat dampak abu vulkanik terhadap penerbangan dan keselamatan. Abu vulkanik terdeteksi hingga ketinggian 50.000 kaki menyebabkan penutupan beberapa bandara termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma. BMKG memastikan tidak ada ancaman tsunami meskipun fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik tetap terpantau.

Poin-Poin Utama

  • BMKG memantau aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau secara nonstop selama 24 jam.
  • Analisis citra satelit pada 6 September pukul 08.00 WIB mendeteksi dua klaster sebaran abu vulkanik.
  • Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta menerbitkan 50 SIGMET sejak erupsi awal pada 4 September 2026.
  • Abu vulkanik mencapai ketinggian hingga 20.000 kaki dengan arah pergerakan timur laut ke selatan.
  • Abu vulkanik setinggi 50.000 kaki bergerak dari barat daya ke barat laut.
  • Wilayah terdampak abu vulkanik meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
  • Empat bandara ditutup sementara yaitu Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Budiarto.
  • Tidak ditemukan anomali muka air laut yang mengindikasikan ancaman tsunami hingga 6 September pukul 07.00 WIB.
  • Pemantauan tsunami dilakukan melalui 20 sensor tsunami gauge dan High-Frequency Radar Array.
  • Probabilitas tsunami tetap di bawah 40 persen dengan gelombang laut stabil sekitar satu meter.
  • Gangguan geomagnetik dan petir vulkanik terekam sensor di Lampung Selatan dan Serang dalam 12 jam terakhir.
  • Intensitas gangguan sekunder tidak sebesar saat letusan awal.
  • Sinergi lintas sektor melibatkan BMKG, AirNav Indonesia, InJourney, TNI, dan Otoritas Bandar Udara.
  • Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan darurat yang diambil.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#erupsi#bmkg#bandara#penutupan bandara
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya