ASN Asal Rote Ndao Minta Pindah Usai Penembakan KKB, Ini Kata Bupati
Biden Rote Ndao Paulus Henuk akan berupaya memfasilitasi pemindahan ASN asal Rote Ndao yang bertugas di Papua setelah penembakan KKB menewaskan salah satu putra daerah. Keluarga korban menyampaikan harapan agar ASN yang merasa tidak aman di Papua dapat dipindahkan ke tanah kelahiran mereka. Meskipun aturan mengharuskan masa tugas 10 tahun untuk pindah, Biden akan mengoordinasikan kebijakan khusus dengan BKN dan Kemenpan RB mengingat ancaman terhadap nyawa ASN.
Poin-Poin Utama
- Paulus Henuk adalah bupati Rote Ndao.
- Paulos Henuk akan memfasilitasi pemindahan ASN asal Rote Ndao yang bertugas di Papua.
- ASN asal Rote Ndao di Papua merasa tidak aman setelah terjadi penembakan.
- Penembakan menewaskan seorang putra daerah Rote Ndao yang bertugas di Papua.
- Keluarga korban menginginkan kakak kandung korban yang berstatus ASN di Papua dipindahkan.
- Keluarga merasa cemas setelah melihat pengalaman adiknya.
- Paulus Henuk menyatakan hal ini pada Sabtu, 12 September 2026.
- Secara umum, pemindahan ASN bisa dilakukan setelah masa tugas sepuluh tahun.
- Paulus Henuk mengatakan ancaman dan taruhannya nyawa, negara harus hadir memberi rasa aman.
- Paulus Henuk akan mengoordinasikan pemindahan dengan BKN dan Kemenpan RB.
- Paulus Henuk menegaskan pelaku kejahatan kemanusiaan harus dikejar dan dimintai pertanggungjawaban.
- Paulus Henuk berharap tidak ada lagi pelaku kejahatan yang dibiarkan negara.
- Paulus Henuk mendorong BKN memberikan kebijakan khusus atau dispensasi bagi ASN Rote Ndao.
- Paulus Henuk mendorong Kemenpan RB memberikan kebijakan khusus atau dispensasi bagi ASN Rote Ndao.
- Paulus Henuk berharap ASN Rote Ndao yang tidak aman bertugas di Papua dapat dipindahkan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.